Ekonomi

Angka Kemiskinan di Pacitan Turun, Ekonomi Melejit

Jumat, 26 April 2024 - 17:17 | 24.53k
Ekonomi di Kabupaten Pacitan terus tumbuh, salah satunya dilihat dari sektor perdagangan. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
Ekonomi di Kabupaten Pacitan terus tumbuh, salah satunya dilihat dari sektor perdagangan. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PACITAN – Persentase penduduk miskin di Kabupaten Pacitan turun 0,15 persen, dari 13,8 persen di tahun 2022 menjadi 13,65 persen di tahun 2023. 

"Alhamdulillah, ini adalah hasil kerja keras semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun pelaku usaha," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pacitan, Wisma Eka Nurcahyanti, Jumat (26/4/2024).

Penurunan angka kemiskinan ini menjadi bukti nyata bahwa upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat membuahkan hasil.

Berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi yang digulirkan telah berhasil mengangkat taraf hidup masyarakat Pacitan.

Kabar gembira ini juga selaras dengan kondisi di tingkat provinsi Jawa Timur. Capaian pengentasan kemiskinan di Pacitan lebih baik dari beberapa kabupaten lain di Jawa Timur. Kabupaten Sampang, Bangkalan, dan Sumenep masih menduduki posisi teratas dengan persentase penduduk miskin di atas 18 persen.

"Ini menjadi pendorong bagi kami untuk terus bekerja keras dan mencari solusi yang tepat sasaran agar angka kemiskinan di Pacitan dapat terus turun," tegas Wisma

Di sisi lain, ekonomi Pacitan juga menunjukkan tren positif. Pada tahun 2023, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Pacitan mencapai Rp19,49 triliun, dengan PDB per kapita sebesar Rp33,15 juta. 

Angka ini menunjukkan bahwa Pacitan mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 4,46 persen dibandingkan tahun 2022.

Pertumbuhan ekonomi ini didorong oleh berbagai sektor, terutama sektor pertanian, perdagangan, dan konstruksi. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan memberikan kontribusi terbesar bagi perekonomian Pacitan, yaitu sebesar 27,00 persen. 

"Sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian Pacitan," ujar Wisma.

"Namun, kami juga terus mendorong pertumbuhan di sektor lain seperti perdagangan, pariwisata, dan industri kreatif," sambung dia. 

Meskipun telah menunjukkan kemajuan yang signifikan, Pacitan masih memiliki beberapa tantangan yang perlu dihadapi. Salah satu tantangan utama adalah infrastruktur yang masih belum memadai. Hal ini menjadi kendala bagi pengembangan usaha dan investasi di Pacitan.

"Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah," ungkap Wisma. 

"Kami berharap dengan infrastruktur yang lebih baik, Pacitan dapat menarik lebih banyak investor dan menciptakan lapangan kerja baru," pintanya. 

Di tengah berbagai tantangan, Kabupaten Pacitan tetap optimis untuk terus maju dan berkembang. Dengan kerja keras dan sinergi dari semua pihak, Pacitan diharapkan dapat menjadi kabupaten yang sejahtera dan mandiri. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES