Ekonomi

Jatim Konsisten Jadi Penyumbang Ekonomi Terbesar Kedua di Pulau Jawa

Jumat, 26 April 2024 - 17:52 | 17.61k
Giat press conference yang digelar ALCo Regional Jatim di Aula BDK Malang, Jumat (26/4/2024). (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)
Giat press conference yang digelar ALCo Regional Jatim di Aula BDK Malang, Jumat (26/4/2024). (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Perkembangan ekonomi di Jawa Timur nyaris selalu mengalami trend positif setiap tahunnya. Berbagai sektor perekonomian terus mengalami pertumbuhan yang positif. Hal ini menjadikan Provinsi Jawa Timur masih konsisten menjadi penyangga ekonomi terkuat kedua di Pulau Jawa, setelah DKI Jakarta.

Dalam Press Conference APBN KiTa Regional Jawa Timur yang digelar oleh Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jatim di Aula BDK Malang, Jumat (26/4/2024), Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Jatim, Taukhid menerangkan, meski pertumbuhan ekonomi masih naik turun, namun hal itu tidak mengubah kontribusi yang bisa diberikan oleh Jatim.

"Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur Triwulan IV-2023 sebesar 4,69% (yoy), sedikit melambat dibandingkan Triwulan III tahun 2023. Namun demikian, Jawa Timur tetap menjadi kekuatan Ekonomi Ke-2 di Pulau Jawa dengan kontribusi 24,99%, dan secara nasional berkontribusi sebesar 14,22% dari total PDB Indonesia di Triwulan IV-2023," ucapnya.

Taukhid melanjutkan, banyak sektor perekonomian di provinsi dengan 29 Kabupaten dan 9 Kota ini yang mengalami peningkatan. Seperti  kinerja ekspor dan impor melalui Jatim yang tumbuh dibandingkan tahun anggaran 2023.

"Ekspor bulan Februari 2024 mencapai US$1,81 miliar. naik 10,60% dibanding tahun sebelumnya. Namun terkontraksi 9,28% dibanding bulan sebelumnya. Yang ditopang terutama oleh Ekspor Non Migas sebesar 95,07% dari total Ekspor," terangnya.

Selain itu, impor bulan Februari 2024 di Jatim tercatat sebesar US$2,40 miliar, tumbuh 27,92% dibanding tahun sebelumnya, dan turun 0,65% dibanding bulan sebelumnya. Impor pada bulan Februari didominasi oleh Impor Non Migas yang mencapai US$1,82 Miliar.

"Tingkat Inflasi Jatim bulan Maret 2024 sebesar 3,04% (yoy) atau 0,64% (mtm). Penyumbang utama inflasi bulan Maret 2024 baik secara mtm maupun yoy adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah beras," terangnya.

Taukhid melanjutkan, Nilai Tukar Nelayan (NTN) Jawa Timur bulan Maret 2024 sebesar 95,09, terjadi kenaikan sebesar 2,34%. Hal tersebut dikarenakan Indeks Harga Terima Nelayan (It) naik sebesar 2,81%, lebih tinggi dibandingkan Indeks Harga Bayar Nelayan (Ib) sebesar 0,47%.

Disisi lain, Nilai Tukar Petani Jawa Timur bulan Maret 2024 turun sebesar 4,70% dari bulan sebelumnya sebesar 119,85 menjadi 114,22. Hal ini disebabkan karena indeks harga yang diterima petani (It) mengalami penurunan lebih dalam dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib). It turun sebesar 4,05% dan Ib naik sebesar 0,68%.

"Penurunan It terutama disebabkan oleh penurunan harga Gabah, Jagung, dan Cabai Rawit. Sedangkan kenaikan Ib dipengaruhi oleh naiknya harga telur ayam ras, daging ayam ras, dan harga beras," pungkasnya.

Secara keseluruhan, Taukhid mengatakan bahwan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Jawa Timur sampai dengan 31 Maret 2024 menunjukkan kinerja yang baik. Hal itu ditunjukkan dengan capaian surplus hingga Rp29,5 Triliun atau 19,73% dari target surplus di angka Rp149,7 Triliun.

Realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp62,6 Triliun atau 22,5% dari target sebesar Rp278,5 Triliun. Dari sisi Penerimaan Pajak, telah tercapai realisasi sebesar 22,5% (Rp27,26 Triliun) dari target Rp122,36 Triliun. Sedangkan Penerimaan Kepabeanan dan Cukai mencapai 22,03% (Rp33,4 Triliun) dari target (Rp152 Triliun), dan realisasi PNBP mencapai 35,62% (Rp1,91T) dari target (Rp5,37 Triliun).

"Untuk Belanja Negara sampai dengan 31 Maret 2024 telah terserap Rp33,11 Triliun atau 25,71% dari pagu belanja negara di Jawa Timur sebesar Rp128,78 Triliun," pungkasnya. (*)Jatim Konsisten Jadi Penyangga Ekonomi Terkuat Kedua di Pulau Jawa

TIMES Indonesia, Malang -  Perkembangan ekonomi di Jawa Timur nyaris selalu mengalami trend positif setiap tahunnya. Berbagai sektor perekonomian terus mengalami pertumbuhan yang positif. Hal ini menjadikan Provinsi Jawa Timur masih konsisten menjadi penyangga ekonomi terkuat kedua di Pulau Jawa, setelah DKI Jakarta.

Dalam Press Conference APBN KiTa Regional Jawa Timur yang digelar oleh Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jatim di Aula BDK Malang, Jumat (26/4/2024), Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Jatim, Taukhid menerangkan, meski pertumbuhan ekonomi masih naik turun, namun hal itu tidak mengubah kontribusi yang bisa diberikan oleh Jatim.

"Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur Triwulan IV-2023 sebesar 4,69% (yoy), sedikit melambat dibandingkan Triwulan III tahun 2023. Namun demikian, Jawa Timur tetap menjadi kekuatan Ekonomi Ke-2 di Pulau Jawa dengan kontribusi 24,99%, dan secara nasional berkontribusi sebesar 14,22% dari total PDB Indonesia di Triwulan IV-2023," ucapnya.

Taukhid melanjutkan, banyak sektor perekonomian di provinsi dengan 29 Kabupaten dan 9 Kota ini yang mengalami peningkatan. Seperti  kinerja ekspor dan impor melalui Jatim yang tumbuh dibandingkan tahun anggaran 2023.

"Ekspor bulan Februari 2024 mencapai US$1,81 miliar. naik 10,60% dibanding tahun sebelumnya. Namun terkontraksi 9,28% dibanding bulan sebelumnya. Yang ditopang terutama oleh Ekspor Non Migas sebesar 95,07% dari total Ekspor," terangnya.

Selain itu, impor bulan Februari 2024 di Jatim tercatat sebesar US$2,40 miliar, tumbuh 27,92% dibanding tahun sebelumnya, dan turun 0,65% dibanding bulan sebelumnya. Impor pada bulan Februari didominasi oleh Impor Non Migas yang mencapai US$1,82 Miliar.

"Tingkat Inflasi Jatim bulan Maret 2024 sebesar 3,04% (yoy) atau 0,64% (mtm). Penyumbang utama inflasi bulan Maret 2024 baik secara mtm maupun yoy adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah beras," terangnya.

Taukhid melanjutkan, Nilai Tukar Nelayan (NTN) Jawa Timur bulan Maret 2024 sebesar 95,09, terjadi kenaikan sebesar 2,34%. Hal tersebut dikarenakan Indeks Harga Terima Nelayan (It) naik sebesar 2,81%, lebih tinggi dibandingkan Indeks Harga Bayar Nelayan (Ib) sebesar 0,47%.

Disisi lain, Nilai Tukar Petani Jawa Timur bulan Maret 2024 turun sebesar 4,70% dari bulan sebelumnya sebesar 119,85 menjadi 114,22. Hal ini disebabkan karena indeks harga yang diterima petani (It) mengalami penurunan lebih dalam dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib). It turun sebesar 4,05% dan Ib naik sebesar 0,68%.

"Penurunan It terutama disebabkan oleh penurunan harga Gabah, Jagung, dan Cabai Rawit. Sedangkan kenaikan Ib dipengaruhi oleh naiknya harga telur ayam ras, daging ayam ras, dan harga beras," pungkasnya.

Secara keseluruhan, Taukhid mengatakan bahwan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Jawa Timur sampai dengan 31 Maret 2024 menunjukkan kinerja yang baik. Hal itu ditunjukkan dengan capaian surplus hingga Rp29,5 Triliun atau 19,73% dari target surplus di angka Rp149,7 Triliun.

Realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp62,6 Triliun atau 22,5% dari target sebesar Rp278,5 Triliun. Dari sisi Penerimaan Pajak, telah tercapai realisasi sebesar 22,5% (Rp27,26 Triliun) dari target Rp122,36 Triliun. Sedangkan Penerimaan Kepabeanan dan Cukai mencapai 22,03% (Rp33,4 Triliun) dari target (Rp152 Triliun), dan realisasi PNBP mencapai 35,62% (Rp1,91T) dari target (Rp5,37 Triliun).

"Untuk Belanja Negara sampai dengan 31 Maret 2024 telah terserap Rp33,11 Triliun atau 25,71% dari pagu belanja negara di Jawa Timur sebesar Rp128,78 Triliun," pungkasnya.

Sebagai informasi, Press Conference APBN KiTa Regional Jawa Timur ini dihadiri oleh beberapa pejabat dan pegawai Ditjen Pajak Jatim yang ada di naungan Kementrian Keuangan.  Beberapa pejabat yang terpantau hadir seperti Kakanwil DJP Jawa Timur I, Sigit Danang Joyo, Kakanwil DJBC Jawa Timur II, Agus Sudarmadi, serta Kakanwil DJKN Jawa Timur, Dudung Rudi Hendratna (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES