Ekonomi

Harga Sejumlah Bahan Pangan di Pacitan Naik Jelang Musim Kemarau

Senin, 29 April 2024 - 15:26 | 20.44k
Salah satu toko sembako di Kabupaten Pacitan. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
Salah satu toko sembako di Kabupaten Pacitan. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PACITANHarga bahan pangan di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, terpantau mengalami kenaikan pada hari Senin, 29 April 2024. Kenaikan ini terjadi pada 10 komoditas dari total 20 bahan pokok yang dipantau oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Berdasarkan data panel harga pangan Bapanas per Minggu (28/4/2024) pukul 15.57 WIB, komoditas yang mengalami kenaikan harga terbanyak adalah cabai merah keriting, dengan kenaikan sebesar Rp1.490 (3,96 persen) menjadi Rp39.070 per kilogram.

Sementara itu, harga beberapa komoditas lainnya juga mengalami kenaikan, seperti ikan bandeng (naik 0,09 persen), ikan kembung (naik 1,16 persen), gula konsumsi (naik 0,17 persen), dan telur ayam ras (naik 0,3 persen).

Di sisi lain, 10 komoditas lainnya terpantau mengalami penurunan harga. Penurunan harga paling tinggi terjadi pada cabai rawit merah, yaitu sebesar Rp610 (2,0 persen) menjadi Rp29.870 per kilogram.

Berikut beberapa harga bahan pangan di Pacitan per tanggal 28 April 2024:

• Daging Sapi Murni: Rp118.380 per kg (naik 0,19 persen)

• Bawang Merah: Rp50.290 per kg (turun 1,47 persen)

• Cabai Merah Keriting: Rp39.070 per kg (naik 3,96 persen)

• Bawang Putih Bonggol: Rp37.240 per kg (turun 0,11 persen)

• Daging Ayam Ras: Rp35.440 per kg (turun 0,76 persen)

• Ikan Kembung: Rp33.880 per kg (naik 1,16 persen)

• Ikan Bandeng: Rp33.380 per kg (naik 0,09 persen)

• Ikan Tongkol: Rp30.710 per kg (turun 1,57 persen)

• Cabai Rawit Merah: Rp29.870 per kg (turun 2,0 persen)

• Telur Ayam Ras: Rp26.900 per kg (naik 0,3 persen)

• Gula Konsumsi: Rp17.570 per kg (naik 0,17 persen)

• Minyak Goreng Kemasan Sederhana: Rp16.740 per liter (turun 0,71 persen)

• Minyak Goreng Curah: Rp16.110 per liter (naik 1,26 persen)

• Beras Premium: Rp14.800 per kg (naik 0,2 persen)

• Kedelai Biji Kering (Impor): Rp12.550 per kg (turun 0,08 persen)

• Beras Medium: Rp12.330 per kg (turun 0,08 persen)

• Tepung Terigu Kemasan (non-curah): Rp12.070 per kg (turun 1,31 persen)

• Tepung Terigu (Curah): Rp9.770 per kg (turun 0,31 persen)

• Garam Halus Beryodium: Rp9.360 per kg (naik 0,11 persen)

• Jagung Tingkat Peternak: Rp6.670 per kg (naik 1,52 persen)

Menurut salah satu pedagang di Pasar Arjosari, Benti (49), kenaikan harga ini terjadi setelah Hari Raya Idul Fitri 1445 H. "Biasanya memang harga naik setelah lebaran, karena permintaan banyak," terangnya.

Senada diungkapkan pedagang daging sapi segar Pasar Minulyo, Dyah Wismaningsih (55). Harga daging masih melejit hingga Rp150 ribu per kilogram. 

“Soalnya belinya sudah mahal, mau jual bawah harga, tidak mungkin. Itu daging murni, ya paha,” ujarnya.

Kenaikan harga bahan pangan ini dikhawatirkan dapat membebani masyarakat, khususnya bagi mereka yang berpenghasilan rendah.

Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya stabilisasi harga bahan pangan di Kabupaten Pacitan oleh pemerintah, agar daya beli masyarakat tetap terjaga. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES