Ekonomi

Kementerian PUPR RI Selesaikan Sejumlah Infrastruktur Air di IKN

Senin, 29 April 2024 - 17:08 | 24.14k
Caption: Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR RI, Bob Arthur Lombogia, menyampaikan paparannya dalam puncak peringatan Hari Air Dunia ke-32 di Jakarta, Senin (29/4/2024). (FOTO: ANTARA/Shofi Ayudiana)
Caption: Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR RI, Bob Arthur Lombogia, menyampaikan paparannya dalam puncak peringatan Hari Air Dunia ke-32 di Jakarta, Senin (29/4/2024). (FOTO: ANTARA/Shofi Ayudiana)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR RI) hingga saat ini telah menyelesaikan pembangunan beberapa infrastruktur guna mendukung ketersediaan air di Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR RI, Bob Arthur Lombogia, di Jakarta, Senin, (29/4/2024), mengatakan bahwa infrastruktur tersebut, antara lain Bendungan Sepaku Semoi dan Intake Sepaku yang dibangun untuk mendukung pembangunan dan memenuhi kebutuhan air di Nusantara.

Bendungan Sepaku Semoi merupakan proyek strategis nasional yang bertujuan untuk menyediakan air baku IKN, serta mereduksi banjir di kawasan hilir.

Bendungan dengan tinggi 25 meter dan panjang 450 meter itu dapat membendung air hingga 16,17 juta meter kubik.

Bendungan Sepaku Semoi juga dapat menyalurkan kebutuhan air baku sebesar 2.500 liter per detik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.000 liter per detik disalurkan ke IKN dan sisanya 500 liter per detik dialirkan ke Balikpapan.

Selain bendungan, Kementerian PUPR RI juga telah menyelesaikan Intake Sungai Sepaku yang dapat menyalurkan air hingga 3.000 liter per detik. Proyek ini dibangun untuk menyuplai air bersih ke ibu kota baru.

Selain itu, Bob mengatakan Embung Mentawir juga telah diselesaikan untuk memenuhi kebutuhan air persemaian modern berbagai jenis bibit pohon. Embung yang bisa menampung air 16.000 meter kubik ini diharapkan dapat membantu penghijauan IKN dan menjaga kelestarian lingkungan.

Konservasi sumber daya air juga menjadi fokus utama Kementerian PUPR RI dalam pembangunan IKN. Bob menyebut saat ini terdapat 19 embung yang sedang dibangun di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Embung-embung ini berfungsi sebagai penyimpanan air baku non air minum.

Embung adalah bangunan konservasi air berbentuk kolam atau cekungan yang digunakan untuk menampung air hujan, air limpasan, dan sumber air lainnya.

Air yang ditampung di embung dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti pertanian untuk mengairi sawah atau ladang saat musim kemarau, peternakan, perikanan, rumah tangga, dan pengendalian banjir.

“Untuk pengendalian banjir, beberapa kegiatan peningkatan kapasitas sungai dan pembangunan kolam retensi sedang dilaksanakan, salah satu yang telah selesai adalah kolam retensi SG-03 di KIPP

Kolam retensi SG-03 KIPP yang dibangun Kementerian PUPR RI itu, memiliki volume penampungan 16,17 juta meter kubik dan dapat mereduksi banjir hingga 231,81 meter kubik per detik. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES