Ekonomi

BI Jatim Prediksi Ekonomi Warga Lebih Baik Saat Pilkada 2024

Selasa, 30 April 2024 - 16:00 | 15.15k
Deputi Kepala Bank Indonesia (BI) Jatim, Muhammad Noor Nugroho saat ditemui di Kota Malang, Selasa (30/4/2024). (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
Deputi Kepala Bank Indonesia (BI) Jatim, Muhammad Noor Nugroho saat ditemui di Kota Malang, Selasa (30/4/2024). (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Kondisi perekonomian warga Jawa Timur (Jatim) diprediksi akan lebih baik saat bergulirnya Pilkada 2024 mendatang. Hal tersebut diungkapkan oleh Deputi Kepala Bank Indonesia (BI) Jatim, Muhammad Noor Nugroho saat ditemui di Kota Malang, Selasa (30/4/2024).

Menurut Nugroho, daya beli atau konsumsi masyarakat yang baik juga sudah terlihat pada semeter awal tahun 2024 ini dibanding tahun sebelumnya.

Momen Pilpres 2024 kemarin juga menjadi pengaruh besar, termasuk saat Ramadan dan Idul Fitri 1445 Hijriah.

"Otomatis konsumen melakukan konsumsi di Maret triwulan pertama. Ini diharapkan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan satu yang penting, karena kita bertumpu pada konsumsi, oleh karena itu kita harus menjaga daya beli masyarakat," ujar Nugroho.

Selain itu, pengendalian inflasi juga perlu terus dilakukan, sehingga daya beli dan konsumsi masyarakat dapat terjaga. 

Pilkada 2024 yang masuk pada semester kedua tahun ini, harapannya mampu meningkatkan daya beli dan konsumsi masyarakat. Sehingga, pertumbuhan ekonomi di Jatim diprediksi akan berada di prosentase 4,7 persen hingga 5,5 persen.

"Dengan laju inflasi yang kita harapkan tetap dalam koridor target 2,5 (inflasi) plus minus 1 persen di sepanjang 2024," katanya.

Ia menyebut, daerah Jatim memiliki perputaran ekonomi yang besar dibandingkan dengan daerah lainnya. Dicontohkan, peningkatan konsumsi saat Pilkada 2024, seperti bantuan sosial dalam bentuk beras.

"Pilkada pada dasarnya mendorong konsumsi, permintaannya naik terutama seperti pada pilpres kita lihat banyak para kontestan itu beli beras untuk bantuan sosial atau apapun itu. Maka untuk antisipasi, mudah mudahan masa panen tercukupi," tuturnya.

Disisi lain, ia juga mengingatkan tentang adanya konflik geopolitik antara Iran dan Israel. Hal itu saat ini sudah berdampak besar dari beberapa sektor.

"Di satu sisi harga minyak yang meningkat itu akan mendorong harga BBM juga akan meningkat, terus ditambah lagi dengan pelemahan nilai tukar rupiah," ucapnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES