Ekonomi

Menyasar Pasar Global, Indonesia Kembangkan Modelling Budidaya Ikan Nila Salin

Rabu, 08 Mei 2024 - 10:01 | 12.38k
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berbicara saat peresmian Modeling Budidaya Ikan Nila Salin di Dusun Sukajadi, Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (8/5/2024). (FOTO: ANTARA/Maria Cicilia Galuh).
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berbicara saat peresmian Modeling Budidaya Ikan Nila Salin di Dusun Sukajadi, Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (8/5/2024). (FOTO: ANTARA/Maria Cicilia Galuh).

TIMESINDONESIA, KARAWANG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Modeling Budidaya Ikan Nila Salin yang dikelola oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Kawasan Karawang, Jawa Barat, Rabu (8/5/2024). Presiden Jokowi berharap inisiatif ini akan menangkap peluang pasar global yang menjanjikan.

"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini saya resmikan modeling kawasan tambak budidaya ikan salin di Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan budidaya di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat," kata Presiden Jokowi.

Modeling budidaya ikan nila, yang berlokasi di Dusun Sukajadi, Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, diharapkan akan mengakomodasi permintaan pasar global yang besar. Presiden mengungkapkan pada tahun 2024, permintaan pasar untuk ikan nila mencapai 14,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp230 triliun.

Terobosan ini merupakan hasil dari upaya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sejak 2023, dengan memanfaatkan lahan seluas 80 hektare. Lahan ini sebelumnya merupakan tambak udang yang dibangun pada era Presiden Soeharto dengan nama Proyek Pandu Tambak Inti Rakyat pada 1984, namun berhenti beroperasi pada 1998.

Budidaya ikan nila salin, dengan investasi mencapai Rp76 miliar, kini dikelola oleh Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budi Daya (BLUPPB). Fasilitas yang tersedia meliputi kolam produksi, Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), inlet outlet, tandon, dan laboratorium. Proses produksinya telah mengedepankan teknologi terkini, termasuk penggunaan mesin pakan otomatis.

Diharapkan produktivitas modeling ini dapat mencapai sekitar 7.020 ton per siklus, dengan nilai mencapai Rp210,6 miliar, dengan asumsi harga jual ikan nila salin sebesar Rp30 ribu per kg. Dari segi ekonomi, dengan harga pokok produksi sekitar Rp24.500 per kg, modeling ini diharapkan dapat menghasilkan keuntungan sebesar Rp38,6 miliar. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES