Ekonomi

Kementan Dorong Generasi Muda Manfaatkan KUR untuk Pertanian Modern

Senin, 13 Mei 2024 - 08:28 | 17.12k
Millennial Agriculture Forum (MAF) Edisi Tani Akur yang diselenggarakan oleh Polbangtan Malang. (Foto: Polbangtan Malang for TIMES Indonesia)
Millennial Agriculture Forum (MAF) Edisi Tani Akur yang diselenggarakan oleh Polbangtan Malang. (Foto: Polbangtan Malang for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, TULUNGAGUNG – Upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mendorong regenerasi pertanian, khususnya di kalangan generasi muda, adalah langkah penting untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian di masa depan.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mendorong petani-petani di Indonesia untuk menggunakan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai sumber pendanaan bagi usaha pertanian mereka. Mentan percaya bahwa pencapaian KUR oleh petani milenial akan memberikan dukungan penting dalam perkembangan pertanian yang modern dan mandiri.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) di Kementan, Dedi Nursyamsi, meyakini bahwa strategi Tani Akur merupakan langkah yang tepat untuk mendukung perkembangan wirausaha muda di sektor pertanian. Dia meyakinkan bahwa program ini memiliki potensi besar dalam menjawab tantangan yang dihadapi dalam pembangunan pertanian kita.

Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan salah satu inisiatif pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk di sektor pertanian. Melalui KUR, pemerintah bekerja sama dengan lembaga keuangan untuk menyediakan pinjaman dengan suku bunga rendah dan jaminan yang disediakan oleh pemerintah.

Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) merupakan inisiatif dalam mendukung regenerasi pada sektor pertanian, khususnya melalui pemberdayaan generasi muda petani. Kerjasama antara Kementerian Pertanian dan International Fund for Agriculture Development (IFAD) menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat kapasitas dan dukungan bagi petani milenial. Salah satunya adalah dengan memfasilitasi para petani millennial melalui pendampingan usaha, serta dengan dihubungkan dengan para stakeholder termasuk permodalan dan perbankan. Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan para petani muda dapat mengoptimalkan potensi mereka dan menghadapi tantangan dengan lebih baik.

Millennial-Agriculture-Forum.jpg

Dengan tema “Support Lembaga Keuangan dalam Ekosistem Pertanian", Millennial Agriculture Forum (MAF) Edisi Tani Akur yang diselenggarakan oleh Politeknik Pembangunan Pertanian Malang (Polbangtan Malang) selaku pelaksana Program YESS di Jawa Timur, Rabu (8/5/2024) dalam rangka memperkuat kapasitas petani muda dan mendorong kemandirian pangan di Indonesia. 

MAF kali ini mengundang narasumber dari perbankan dan pelaku usaha pertanian untuk memberikan wawasan dan dukungan kepada petani muda. Di antaranya dari Perbankan Bank Jatim Wilayah Tulungagung, Okik Rizki Andrian selaku Pimpinan Kredit Mikro, Koperasi Agritama YES Tulungagung, Wahyu Candra, Local Champion, Owner Berkah Lembu yaitu Nuril Anwar, Koordinator BPP Ngunut yaitu Asringah.

Acara ini dihadiri oleh 25 petani muda secara offline dan lebih dari 200 peserta online, yang terdiri dari penyuluh dan petani muda. Pembukaan MAF kali ini dilakukan secara online melalui Zoom Meeting dan dihadiri oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian dan Project Manager Program Yess Jawa Timur.

Kapusdiktan Dr. Idha Widi Arsanti menyatakan harapannya dengan adanya kegiatan MAF yang rutin diadakan ini bisa memfasilitasi bagaimana proses perekonomian atau proses bisnis bisa dijalankan. Beliau menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam membangun bisnis petani muda.

“Karena penyuluh yang paling dekat dengan stakeholder atau pendamping dari pemerintah,” kata Idha Widi Arsanti.

Menurutnya, Lembaga keuangan yaitu perbankan yang dihadirkan dari Bank Jatim kali ini bisa membantu para petani milenial bisa akses permodalan untuk bisa mengembangkan usahanya. Melalui KUR yang disediakan oleh Lembaga keuangan ini kita bisa mendapatkan nominal dengan jumlah yang cukup besar.

Talkshow MAF kali ini diharapkan memberikan wawasan yang berharga bagi para petani muda dalam mengembangkan usaha pertanian mereka sekaligus mendorong regenerasi pertanian dan mendukung petani muda akan terus berlanjut serta menjaga keberlanjutan sektor pertanian Indonesia. (adv)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES