Ekonomi

Ring Road Lamongan Jadi Tonggak Kemajuan Ekonomi, Namun Citra Satelit Ungkap Dampak Lingkungan

Jumat, 17 Mei 2024 - 14:35 | 507.84k
Hasil analisis NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) yang dilakukan Unisla setelah pembangunan Ring Road Lamongan, (FOTO: Unisla for TIMES Indonesia)
Hasil analisis NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) yang dilakukan Unisla setelah pembangunan Ring Road Lamongan, (FOTO: Unisla for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, LAMONGAN – Pembangunan Ring Road di Kabupaten Lamongan sepanjang 6,9 km yang menghubungkan sejumlah desa dari Barat ke Timur menjadi perbincangan hangat sebagai tonggak kemajuan sektor ekonomi di wilayah tersebut. 

Meski bisa membuka membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi dan konektivitas, namun tidak bagi peneliti Universitas Islam Lamongan (Unisla). Karena mereka telah meneliti dampak lingkungan yang perlu dipertimbangkan. 

Dengan menggunakan data citra satelit Landsat 8, tim peneliti Unisla yang terdiri dari Dr. Sugeng Dwi, Salwa Nabila, dan Dr. Abid Muhtarom, menganalisis perubahan vegetasi dan kandungan air sebelum dan sesudah pembangunan Ring Road Lamongan.

analisis-NDVI-2.jpg

"Pembangunan Ring Road memang diharapkan bisa membawa manfaat ekonomi yang signifikan. Tetapi perlu ada perhatian serius terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkannya," ujar Ketua Peneliti Unisla Dr. Sugeng Dwi, Jumat (17/5/2024). 

Sugeng menjelaskan, dari hasil analisis menunjukkan perubahan signifikan dalam vegetasi dan kandungan air di sekitar area tersebut. Analisis NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) menunjukkan penurunan vegetasi. 

"Terdapat penurunan vegetasi di sekitar Ring Road setelah pembangunan ditandai dengan warna merah yang mendominasi. Hal ini menunjukkan dampak negatif terhadap lingkungan," tuturnya. 

Di sisi lain, Sugeng mengungkapkan, hasil analisis NDWI (Normalized Difference Water Index) menunjukkan peningkatan kandungan air di daerah sekitar Ring Road, ditandai dengan warna biru yang mendominasi.

"Oleh karena itu, kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pemangku kepentingan untuk mengambil langkah-langkah mitigasi yang diperlukan," ucapnya. 

Sementara itu, Dr. Abid Muhtarom mengatakan, perlu adanya keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan. "Seharusnya kita bisa memastikan, pembangunan berkelanjutan tidak mengorbankan kelestarian lingkungan," tutur Abid. 

Penelitian ini menyoroti pentingnya pendekatan yang holistik dalam pembangunan infrastruktur, karena pertimbangan ekonomi harus sejalan dengan keberlanjutan lingkungan. 

"Dengan begitu pembangunan Ring Road Lamongan bisa menjadi sarana bagi kemajuan ekonomi tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan," ujar Abid. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES