Ekonomi

Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Minta Saham PT BSI Dialihkan ke Dana Abadi

Jumat, 17 Mei 2024 - 19:00 | 21.95k
Foto. Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Ruliyono. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)
Foto. Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Ruliyono. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Ruliyono meminta saham PT Bumi Suksesindo (PT BSI) yang merupakan anak perusahaan PT. Merdeka Copper Gold Tbk. (PT. MCG) dialihkan ke dana abadi.

Ruli, sapaan akrabnya, meminta Pemkab Banyuwangi untuk segera merancang Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait Dana Abadi. Raperda ini nantinya akan diajukan ke Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) untuk pembahasan lebih lanjut.

Menurutnya, saat ini saham Pemkab di PT MCG anjlok, tersisa 973 juta lembar atau sekitar 2,1 triliun jika dirupiahkan. Meski belum bisa dijual, namun untuk rencana pengalihan sudah seharusnya dipersiapkan mulai dini.

Di sisi lain, Pemkab Banyuwangi juga telah sepakat untuk pengalihan saham yang ada di PT MCG untuk dijadikan dana abadi.

“Jadi ketika harga saham naik, seluruh saham bisa langsung dijual dan kita (pemerintahan) juga sudah siap dari sisi regulasinya,” kata Ruli, Jumat, (17/5/2024).

Desakan pengalihan saham tersebut bukan tanpa alasan, melainkan untuk keamanan. Pasalnya, saham PT MCG dinilai terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

“Beberapa tahun kemarin saham kita diperkirakan bisa mencapai Rp 5 triliun, tapi semakin kesini semakin turun nilainya. Kalau tidak ada yang berani jamin, harus kita jual supaya aman,” ungkapnya.

Dijelaskan Ruli saat rapat Banggar bersama TAPD dengan pembahasan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2023 pada Kamis, (16/5/2024) kemarin, Pemkab tidak bisa memberikan jaminan bahwa saham tersebut aman dan tidaknya.

“Saya contohkan perusahaan raksasa sekelas Nokia saja bisa bangkrut. Jadi kita perlu jaga-jaga. Kami pikir akan lebih aman jika diwujudkan jadi Dana Abadi. Tapi untuk saat ini sabar dulu, menunggu saham itu naik baru dijual,” jelasnya.

Politisi Partai Golkar mencontohkan daerah yang kini punya Perda Dana Abadi, seperti Bojonegoro, Jatim. Menurutnya, Pemkab setempat menerapkan Perda Dana Abadi yang dikhususkan untuk pendidikan, dimana sumber dananya salah satunya berasal dari dana bagi hasil untuk minyak dan gas (DBH Migas).

“Harusnya Banyuwangi juga bisa memberlakukan aturan serupa seperti Bojonegoro. Karena pengalihan saham ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Banyuwangi,” ujar Ruli. 

Dia berasumsi, seluruh saham yang nantinya dijual kemudian didepositokan ke bank pemerintah dan bunganya bisa digunakan diantaranya untuk pembangunan, pemberdayaan desa, pendidikan, dan lainnya.

"Kami percaya bahwa pengalihan saham Pemkab Banyuwangi di PT MCG ke Dana Abadi adalah langkah yang tepat dan strategis. Dana tersebut tidak akan habis dan bisa digunakan untuk kepentingan jangka panjang masyarakat dan akan membantu menciptakan lebih banyak peluang dan manfaat bagi anak cucu kita," kata Ruli. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES