Ekonomi

Bantu Dongkrak Perekonomian, Ibu-ibu Di Banyuwangi Dibekali Pelatihan Batik

Selasa, 28 Mei 2024 - 20:33 | 15.56k
Pelatihan membatik yang diikuti oleh kalangan ibu-ibu di Kantor Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon Banyuwangi. (Foto: Anggara Cahya/TIMES Indonesia)
Pelatihan membatik yang diikuti oleh kalangan ibu-ibu di Kantor Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon Banyuwangi. (Foto: Anggara Cahya/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Puluhan ibu-ibu di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon Banyuwangi, Jawa Timur, dibekali dengan pelatihan batik guna membantu mengangkat perekonomian sehingga menjamin kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah berkomitmen dengan tagline yang digaungkannya yaitu Banyuwangi Rebound, memiliki tujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sehingga bisa menjamin kesejahteraan. Hal itu diwujudkan dengan banyaknya program pelatihan bagi masyarakat.

Salah satu program dalam pemberdayaan masyarakat tersebut yakni pelatihan membatik. Dijelaskan oleh Kepala Bidang Sarana, Prasarana dan Pemberdayaan Industri Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Perindustrian (Disnakerin) Banyuwangi Ikhwan, bahwasanya selama 5 hari, terhitung tanggal 27 - 31 Mei 2024 telah digelar pelatihan membatik di Kantor Desa Sumberarum.

“Untuk pelatihan membatik ini diikuti oleh ibu-ibu sebanyak 40 orang atau peserta,” jelas Ikhwan, Selasa (28/5/2024).

Pelatihan membatik ini, masih Ikhwan, akan dijadikan program berkelanjutan, hal itu bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, sedangkan pengawasannya akan dipantau langsung oleh Disnakerin Banyuwangi dengan menggandeng pemangku desa. 

Tidak hanya 40 peserta saja, Disnakerin Banyuwangi menargetkan 100 peserta yang juga akan mendapatkan bentuk pelatihan yang serupa, hanya saja tidak di satu titik melainkan akan ditempatkan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Desa mana yang paling membutuhkan untuk mendapatkan pelatihan akan jadi yang diutamakan,” tutur Ikwan. 

Nampak keseruan dari emak-emak yang menjadi peserta pelatihan, mereka antusias mempelajari satu persatu teknik membatik dengan hati-hati dan teliti. Terlebih pelatihan mereka dikunjungi oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam giat Bupati Ngantor Desa (Bunga Desa).

“Baru kali ini saya belajar dari nol untuk menggambar dan mengukir,” ujar Poniti, salah satu ibu peserta pelatihan membatik . 

Selain mengasah dan memberikan pengetahuan, Poniti yang merupakan warga desa Sumberarum sendiri, mengaku tertarik mengikuti pelatihan karena optimis dengan peluang usaha yang dapat tercipta dari membatik.

Poniti juga berterima kasih atas pelatihan yang diterima dari Pemerintah Banyuwangi dan berharap makin banyak yang berminat membatik untuk nantinya dapat berkolaborasi bersama-sama untuk membuat sebuah usaha.

“Batik sekarang banyak digunakan, semoga saya bisa punya usaha batik sendiri,” tuturnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES