Ekonomi

Imbas Konflik Israel-Palestina, Dua Brand Asing Batal Investasi di Kota Malang

Kamis, 30 Mei 2024 - 16:50 | 15.89k
Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang, Arif Tri Sastyawan saat ditemui awak media. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang, Arif Tri Sastyawan saat ditemui awak media. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Konflik antara Israel dengan Palestina yang kembali bergejolak, ternyata berimbas besar ke sektor ekonomi dunia, termasuk di wilayah Kota Malang, Jawa Timur.

Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang, Arif Tri Sastyawan mengaku ada dua brand asing besar yang masuk dalam Penanaman Modal Asing (PMA) mengurungkan niat untuk berinvestasi di Kota Malang.

"Dari kejadian kemarin di Palestina dengan Israel itu berpengaruh kepada brand di PMA, akhirnya mundur," ujar Arif, Kamis (30/5/2024).

Arif tak mendetailkan dua brand yang mengurungkan niatnya untuk berinvestasi. Akan tetapi, dua brand tersebut diketahui bergerak di bidang makanan cepat saji.

"Padahal izin lengkap semua, tinggal bangun. Begitu konflik, dua brand ini mundur," ungkapnya.

Dua brand asing yang bergerak di sektor makanan cepat saji ini, rencananya membangun usahanya di kawasan Stasiun Baru Kota Malang dan wilayah Jl Mayjend Pandjaitan atau area Mbetek, Kota Malang.

"Mereka dengan adanya boikot makanan itu berdampak pada penjualan mereka dan berimbas ke pembangunan. Jadi ditunda, menunggu situasi," ucapnya.

Sebagai informasi, konflik antara Israel dengan Palestina ini kembali bergejolak usai Israel membombardir kawasan Rafah yang menjadi lokasi pengungsian dan satu-satunya jalur bantuan kemanusiaan ke Palestina.

Akibatnya, 45 warga Palestina yang tak berdosa tewas dan 200 orang luka-luka akibat kebakaran hebat yang disebabkan serangan udara Zionis. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES