Ekonomi

Freeport Hadir di Jatim, Pj Gubenur Adhy Gairah: Ekonomi Harus Meningkat

Rabu, 05 Juni 2024 - 14:20 | 17.96k
Pj. Gubernur Jatim Adhy Karyono, M.A.P. (Foto: Humas Pemprov Jatim)
Pj. Gubernur Jatim Adhy Karyono, M.A.P. (Foto: Humas Pemprov Jatim)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Bukan Jawa Timur namanya jika tidak selalu gerak cepat merespon segala perkembangan, termasuk ekonomi. Salah satunya dalam rangka menyambut hadirnya Smelter PT Freeport Indonesian di area Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Manyar, Gresik, yang akan mulai beroperasi. Tak tanggung-tanggung, hadirnya Freeport di kota pudak itu, disebut akan menyedot 20 ribu karyawan baru. Alhasil, freeport pun menjadi atensi publik dan pastinya termasuk gawe besar Pemprov Jawa Timur.

“Pemprov Jatim menilai sangat positif hadirnya Freeport di Gresik sebagai bagian dari naiknya gairah ekonomi masyarakat,” terang Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono

Menurutnya, Freeport turut membuka lebih luas investasi di Jawa Timur.

“Dengan adanya smelter dari Freeport, maka peluang untuk masuknya investasi industri manufaktur turunannya di Jawa Timur semakin besar. Untuk saat ini, diantara yang sudah masuk industri kaca solar, solar panel, kabel dan sebagainya. Selain itu, juga mendekatkan sumber bahan baku,” ucapnya.

Bukan hanya memberikan dampak positif pada sektor perindustrian, Adhy juga menyebut stimulus pada perbaikan infrastruktur.

“Ketika Jawa Timur semakin meningkat industrinya, maka akan semakin testimulus dukungan terhadap ketersediaan infrastuktur transportasi darat dan Pelabuhan. Secara luas, kondisifitas Jatim, terutama dalam ekonomi, akan sangat terjaga. Hal ini karena dari sisi lapangan kerja tentu akan banyak banyak menyerap tenaga kerja terampil.  Selain itu keterlibatan sub sistem ekonomi seperti UMKM akan meningkat dan berdampak penguatan pertumbuhan ekonomi.”

Gubernur-Adhy-Karyono-a.jpg

Respon positif Adhy pun diikuti secara nyata oleh Dishub Jatim yang memastikan hadirnya salah satu shelter bus Trans Jatim yang bermanfaat menampung tenaga kerja Freeport.

“Saat ini, koridor IV bus Trans Jatim sudah memasuki tahap persiapan final dan memang akan segera dilaunching. Harapan kami (Dishub Jatim) bus ini juga bisa menampung karyawan Freeport yang jumlahnya diprediksi puluhan ribu. Oleh sebab itu kami sediakan shelter JIIPE,” terang Nyono, Kadishub Jatim.

Ibarat menggelar karpet merah pada hadirnya Freeport, dukungan atas sikap Pemprov Jatim pun tertuai. Tak terkecuali dari senator peraih suara tertinggi nasional kategori perempuan non petahana, Dr. Lia Istifhama. 

“Jatim Cettar bukan isapan jempol. Sangat responsif dan adaptif dengan. Masyarakat Jatim sangat  mengakui bagaimana cettarnya kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang kini tengah dilanjutkan oleh PJ. Gubernur Adhy Karyono. Pantas saja investasi terus meningkat, karena sangat kooperatif pada peningkatan ekonomi,” terang ning Lia.

Anggota DPD RI Jatim terpilih itu juga meyakini Butterfly Effect secara positif atas hadirnya Freeport dan sinergitas pemerintah untuk menyambutnya.

“Saya melihat ada sebuah potensi Butterfly Effect secara positif. Seperti halnya sebuah kupu-kupu yang mana ia berawal dari sebuah kepompong, kecil atau sederhana. kemudian bermetamoforsis menjadi sebuah kupu-kupu yang memiliki kepak sayap indah lantas terbang tinggi. Ia mampu membuktikan sesuatu yang sederhana akan memiliki dampak perubahan besar, namun arahnya positif. Ini keniscayaan karena sinergitas kuat telah terbangun.” jelasnya Keponakan Hj Khofifah Indar Parawansa ini.

“Sinergitas pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan peluang investasi, menunjukkan dampak progresif atau kemajuan Jatim memang akan semakin melesat. Karena jika kita berbicara investasi, memang harus ada erjasama multi pihak agar tercipta no one left behind atau jangan sampai tertinggal sebagai contoh ketika bicara meningkatnya daya beli, maka masyarakat sekitar harus mendapat stimulus tumbuh sektor ekonomi produktif atau UMKM-nya.” sambungnya.

Tak lupa, ia pun menyelip pujian lagi kepada bus Trans Jatim yang digagas Dishub Jatim.

“Adanya shelter di Kawasan Industri Gresik JIIPE  yang mana didalamnya adalah Pabrik PT Freeport Indonesia, maka ini jawaban nyata karpet merah dari Pemprov Jatim, yaitu siap menjadi moda transportasi umum berangkat dan pulangnya karyawan Freeport kelak. Karena ketamuan 20 ribu karaywan di sebuah wilayah, memang harus ada persiapan dari pemerintah untuk memberikan sebuah kemudahan dan sekaligus mengatasi masalah yang bisa muncul, diantaranya kemacetan.” kata Lia Istifhama. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES