Ekonomi

Dorong Digitalisasi Keuangan, Kepala BI Jember Gelar FGD Dulur Sekarkijang

Kamis, 06 Juni 2024 - 15:22 | 16.44k
Suasana FGD di Gedung Serbaguna BI Jember. (FOTO: M. Abdul Basid/TIMES Indonesia)
Suasana FGD di Gedung Serbaguna BI Jember. (FOTO: M. Abdul Basid/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JEMBER – Dalam rangka mendukung kegiatan FEKDI (Festival Ekonomi Keuangan Digital) Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember menyelenggarakan Kegiatan Road to FEKDI dengan nama DULUR SEKARKIJANG (Digitalisasi Untuk Seluruh Se-Karesidenan Besuki dan Lumajang). 

Hal ini merupakan ajang etalase inovasi produk dan layanan serta sinergi kebijakan ekonomi dan keuangan digital yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia dengan dukungan Kementerian-Lembaga dan industri yang berlangsung di Gedung Serba Guna Bank Indonesia Jember, Kamis (6/6/2024). 

Kepala KPwBI Jember Gunawan mengatakan bahwa hal ini adalah bentuk sinergi yang diperkuat dengan komitmen bersama melalui peluncuran Gerakan Sinergi Nasional Ekonomi dan Keuangan Digital dalam rangkaian G20 Finance Track: Finance and Central Bank Deputies (FCBD) dan 3rd Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (FMCBG) di Nusa Dua, Bali 2022. 

"Digitalisasi menjadi pilar Indonesia Maju sehingga diperlukan sinergi dan inovasi yang inklusif. Bank Indonesia terus mendukung digitalisasi keuangan khususnya melalui kebijakan digitalisasi sistem pembayaran," ujar Gunawan.

Selain itu juga, Gunawan menjelaskan bahwa Bank Indonesia berkomitmen untuk mendukung sinergi kebijakan ekonomi dan keuangan digital nasional, sejalan dengan komitmen pemerintah dan visi Presiden RI untuk menuju Indonesia Maju.  

"Nilai perdagangan digital menunjukan kenaikan dari tahun 2021 seiring dengan meningkatnya akseptasi dan preferensi berbelanja daring serta didukung perluasan sistem pembayaran digital dan akselerasi digital banking," jelasnya. 

"Pada tahun 2025 potensi ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai sekitar Rp2.050 triliun, kemudian pada tahun 2030 diproyeksikan naik menjadi Rp4.531 triliun. Indonesia juga menjadi tujuan investasi digital terpopuler di Asia Tenggara atau mewakili 40 persen digitalisasi di Asia Tenggara dengan didukung upaya perbaikan iklim usaha yang kondusif," imbuh Gunawan.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen KPwBI Jember untuk terus mendorong sinergi dan inovasi di bidang Ekonomi dan Keuangan Digital untuk pertumbuhan Sekarkijang yang inklusif dan berkelanjutan. 

Adapun salah satu rangkaian kegiatan yang diselenggarakan adalah FGD & Seminar TP2DD SEKARKIJANG “Synergy and Innovation for Accelerated Implementation Digital Payment”.

Sehingga Gunawan mengatakan bahwa digitalisasi ekonomi dan keuangan digital terus diakselerasi dengan perbaikan-perbaikan dan telah mendorong capaian inklusi keuangan nasional. 

Industri pembayaran telah berproses secara end to end antara seluruh pihak untuk melayani ekonomi pusat dan daerah. 

"Melalui Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025, Bank Indonesia mendukung akselerasi transformasi digitalisasi pembayaran dengan fast payment (BI-FAST), SNAP, QRIS, serta melalui sinergi dengan Pemerintah, tercipta Kartu Kredit Pemerintah Daerah/Kartu Kredit Indonesia (KKPD/KKI) Domestik untuk kemudahan belanja Pemerintah demi mendukung Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD)," pungkas Gunawan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Dody Bayu Prasetyo
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES