Ekonomi

Puluhan Pemilik Toko Kelontong di Malang Dapat Pelatihan Manajemen Toko Ritel Modern

Sabtu, 08 Juni 2024 - 17:16 | 14.75k
Puluhan pemilik toko kelontong saat mendapat pelatihan manajemen pertokoan yang berlokasi di Kelurahan Balearjosari, Kota Malang. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
Puluhan pemilik toko kelontong saat mendapat pelatihan manajemen pertokoan yang berlokasi di Kelurahan Balearjosari, Kota Malang. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Sekitar 50 pemilik toko kelontong di Kelurahan Balearjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang mendapat pelatihan manajemen toko ritel modern.

Kegiatan pelatihan ini diinisiasi oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Bale Arjosari bekerjasama dengan salah satu raksasa toko ritel modern, yakni Alfamart. 

Sekretaris Kelurahan Balearjosari, Hariyono mengatakan, pelatihan tersebut digelar untuk meningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), salah satunya terkait pengetahuan dan wawasannya tentang bisnis pertokoan. 

"Besar harapan kami, kehadiran toko modern bisa membawa guna dan manfaat. Terkhusus bagi pelaku UMKM di Balearjosari," ujar Hariyono, Sabtu (8/6/2024).

Ia mengungkapkan, dengan adanya pelatihan ini tidak lagi ada anggapan bahwa kehadiran toko ritel modern sebagai kompetitor bagi pemilik toko kelontong. Apalagi jika sampai membuat geliat toko kelontong sebagai salah satu sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) menjadi hilang.

"Tentu kami berharap usahanya semakin meningkat. Dengan sinergi dan kolaborasi yang baik, hingga bisa mengangkat usaha di Balearjosari," ungkapnya.

Di sisi lain, Ketua LPMK Balearjosari, Mustofa menjelskan bahwa pembinaan bagi para pemilik toko kelontong ini merupakan keinginan dari masyarakat sendiri. Terlebih, setelah hadirnya toko ritel modern di kawasan mereka. 

"Artinya ada support dan pembinaan bagi kita semua. Dalam tata kelola usaha, para pemilik toko kelontong lebih paham. Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa tata kelola bisa dilakukan lebih baik, lebih maju, lebih profit," jelasnya. 

Ia menilai bahwa pelatihan ini merupakan kegiatan yang sangat penting. Apalagi, materi yang diajarkan juga masih berkaitan dengan tata kelola pertokoan serta manajemen bisnis pertokoan.

"Bagaimana memanage (mengatur) produk, display, kita bisa perkenalkan. Apalagi agar tidak ada barang mengendap. Penguatan ini kami harapkan bisa didapat dari Alfamart," katanya.

Sementara, Corporate Communications (Corcom) PT. Sumber Alfaria Trijaya Regional Manager (Alfamart), M Faruq Asrori menyebut, ada 3 materi yang disampaikan dalam pelatihan tersebut. Mulai dari manajemen toko ritel, manajemen keuangan hingga manajemen display. 

"Soal pelayanan konsumen. Kalau melayani dengan menarik, orangnya menarik pasti konsumen akan datang lagi. Kemudian cara mendisplay barang agar menarik. Awalnya orang yang datang misal mau beli pasta gigi atau air mineral tapi anak ini atau bapaknya yang masuk terus menarik tampilannya, kan barang yang dibeli bisa lebih dari satu," ucapnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES