Ekonomi Derap Nusantara

Presiden Jokowi: Hati-Hati Neraka Iklim Ganggu Laju Inflasi

Jumat, 14 Juni 2024 - 12:34 | 13.68k
Presiden RI Jokowi berpidato dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi di Gedung Istana Negara Jakarta, Jumat (14/5/2024). (FOTO: ANTARA/Andi Firdaus)
Presiden RI Jokowi berpidato dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi di Gedung Istana Negara Jakarta, Jumat (14/5/2024). (FOTO: ANTARA/Andi Firdaus)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan peringatan tentang ancaman 'neraka' iklim yang dapat mengganggu laju inflasi nasional. Peringatan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi di Gedung Istana Negara Jakarta pada Jumat (14/6/2024). Ia meminta pemerintah daerah untuk mewaspadai hal tersebut.

"Saya kira bapak ibu semua sudah dengar warning dari Sekjen PBB, bahwa dunia menuju pada neraka iklim. Suhu akan mencapai rekor tertinggi 5 tahun ke depan. Hati-hati," ujarnya.

Presiden Jokowi mengingatkan bahwa dalam setahun terakhir, masyarakat Indonesia telah merasakan dampak dari gelombang panas yang melanda. Bahkan, negara-negara lain seperti India dan Myanmar juga menghadapi suhu ekstrem yang mencapai 50 dan 45,8 derajat Celcius.

Selain itu, Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) juga menyatakan bahwa pembiaran terhadap ancaman iklim panas dapat memicu kelaparan global pada 2050.

"Diperkirakan 50 juta petani akan kekurangan air, tidak ada air, dan akan masuk pada kekurangan pangan. Jangan main-main urusan kekeringan, jangan main-main urusan gelombang panas," kata Jokowi.

Presiden Jokowi menyoroti bahwa situasi ini berpotensi memengaruhi laju inflasi nasional yang saat ini berada pada angka yang baik, sekitar 2,84 persen. Namun angka tersebut berpotensi terkerek naik, akibat produksi dan stok pangan yang kurang.

"Artinya, harga pasti akan naik, otomatis itu, hukum pasar yang seperti itu, dan itu adalah urusan kehidupan manusia. Begitu produksi, karena panas, urusan air tidak kita urus, produksi turun, stok menipis," katanya.

Untuk mengantisipasi dampak buruk tersebut, Presiden memerintahkan pemasangan 20 ribu pompa air yang terkoneksi dengan lahanpertanian, terutama untuk mengairi sawah padi.

"Pompa dari sungai naikkan ke atas untuk mengairi sawah. Baik itu sungai besar, sungai sedang, maupun kecil. Semuanya memanfaatkan air, jangan biarkan air terus masuk ke laut," kata Presiden Jokowi. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES