Advertisement
Ekonomi

Pemberdayaan 150 Penjahit Lokal Bontang, Masih Berlanjut Sampai Sekarang

Memberdayakan penjahit lokal menjadi konsen pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dibawah kepemimpinan  Basri Rase- Najirah sejak dua tahun terakhir. ... ... ...

TIMES Indonesia,
Pemberdayaan 150 Penjahit Lokal Bontang, Masih Berlanjut Sampai Sekarang
Wali Kota Bontang Basri Rase Optimalkan penjahit lokal untuk pengadaan seragam sekolah (Foto: Pemkot Bontang)
A-AA+

BONTANG Memberdayakan penjahit lokal menjadi konsen pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dibawah kepemimpinan Basri Rase- Najirah sejak dua tahun terakhir.

Sebanyak 150 penjahit di Kota Bontang diberdayakan untuk mengerjakan pakaian seragam sekolah SD hingga SMP di Kota Taman. 

Advertisement

Sebelumnya saat Covid melanda, giat seluruh bidang terkendala dengan aturan Covid. Hampir semua giat perekonomian  berjalan lumpuh total.

Hadirnya program ini dinilai berdampak positif bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas pepagan.

Kepada media ini, Nurhayati pemilik LPK Yulia Training Center sekaligus koordinator penjahit lokal Bontang mengungkapkan hal itu.

"Iya, kami betul-betul merasakan diberdayakan selama dua tahun terakhir ini," ujarnya Minggu (16/06/2024).

Pada 2023 saja total 6.700an seragam yang mereka kerjakan. Tahun 2024 pun jumlahnya hampir tidak jauh berbenda. 

Advertisement

Adapun seragam yang dijahit berupa seragam merah-putih untuk sekolah Dasar dan putih-biru untuk pelajar Sekolah Menengah Pertama.

"Semua seragam dikerjakan sepenuhnya sama penjahit Bontang. Tidak ada yang kami lempar," ucap Nurhayati.

Ketika ditanya terkait seragam batik sekolah yang sedang diproses di luar Bontang produksinya, pihaknya mengaku terkendala waktu yang tersedia tidak cukup untuk menyelesaikan. Mengingat saat ini, pihaknya disibukkan dengan pekerjaan rumah untuk mengukur seragam pelajar untuk tahun 2024.

"Sebenarnya kalau dibilang bisa, tentu kami bisa selesaikan. Tapi karena dibatasi waktu, ditambah kami juga ada pekerjaan untuk seragam merah-putih dan putih-biru, jadi butuh waktu yang lama untuk selesaikan semuanya," terangnya. 

Nurhayati pun membantah jika penjahit lokal tidak diberdayakan oleh Pemkot Bontang. Pasalnya, ada banyak penjahit rumahan yang merasakan langsung dampak dari pekerjaan mereka selama dua tahun.

"Ada yang bisa biayai anak sekolah, bahkan bisa membantu perekonomian keluarga," ujarnya.

Sebagai koordinator penjahit lokal, ia tak menyoal jika proses penunjukan penyedia jasa dimenangkan oleh perusahaan luar. Toh penjahit lokal pun tetap yang mengerjakan.

"Mungkin ke depan itu waktunya saja bisa dimajukan. Jadi tidak mepet seperti sekarang," tutup Nurhayati salah seorang penjahit lokal di Bontang. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Kusnadi
PenulisKusnadiSarjana Ekonomi Universitas Muslim Indonesia (1997). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 Meliput berbagai topik dan isu termasuk politik, hukum, umkm,ekonomi kreatif, wisata, olahraga hingga seni dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia