Ekonomi

Final Lomba UKM Berprestasi Tahun 2024, Peserta Presentasikan Ide Bisnis Berkelanjutan 

Rabu, 19 Juni 2024 - 15:19 | 21.01k
Finalis dengan membawa produk berfoto bersama para dewan juri usai melakukan presentasi, Rabu (19/6/2024). (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Finalis dengan membawa produk berfoto bersama para dewan juri usai melakukan presentasi, Rabu (19/6/2024). (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) bersaing dalam Lomba UKM Berprestasi Tahun 2024. Penjurian tahap final berlangsung di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Rabu (19/6/2024).

Masing-masing peserta mempresentasikan ide bisnis kreatif dan berkelanjutan yang telah mereka jalani. Ada tiga juri menilai sepuluh finalis dari dua kategori pelaku usaha makanan minuman dan fashion kriya. 

Ketiganya adalah Ketua KADIN Jatim Adik Dwi Putranto, Kepala Inkubator dan Layanan Bisnis Inovatif Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Baroto Tavip Indrojarwo dan Senior Vice President (SVP) Government Relation and Strategic Affair PT Global Digital Niaga (Blibli) Yudhi Pramono.

Lomba UKM Berprestasi sendiri merupakan sebuah kompetisi yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi Jatim khususnya Dinkop dan UKM Jatim.

Kompetisi telah berjalan sejak 2012 untuk menyaring wirausahawan inspiratif. Untuk tahun ini, seleksi dilakukan sejak Mei.

Ada 195 pendaftar yang direkomendasikan oleh pemerintah kabupaten/kota di Jatim. Mereka merupakan perwakilan masing-masing daerah. Kemudian terpilih 30 UKM yang lolos ke tahap semi final. 

Setelah itu, pada 3 Juni dilakukan proses verifikasi dokumen yang dilakukan oleh tim verifikator dari unsur media, influencer, akademisi dari ITS  dan Universitas Ciputra serta event organizer.

Seleksi akhir mengundang sepuluh finalis. Ada usaha Frozen Food PT Rumah Makan Deltasari Indah (Kabupaten Sidoarjo), Kerajinan Mainan dan Alat Edukasi Raragu Craft (Kota Pasuruan), Snack Cassava CV Bintang Anugerah (Kota Mojokerto), dan Rezti's Batik (Kabupaten Jember).

Kemudian Budidaya Agro Industri dan Olahan Makanan Bumi Aji Sejahtera (Kota Batu), Kerajinan Kombinasi Anyaman Mendong Atiya Collection (Kabupaten Ponorogo), Minuman Sari Buah Lemon Poty (Kabupaten Malang), Kerajinan Anyaman Berbahan Sintetis 'Dodik Alfi' (Kabupaten Blitar), Snack dan Kue Kering Clemat Clemut (Kota Malang) dan Sporty Wear Ayung Sportindo (Kota Malang).

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Andrio Himawan mewakili Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim Andromeda Qomariah mengatakan, kompetisi itu merupakan salah satu langkah mengapresiasi para pelaku UKM di Wilayah Jatim yang telah menjadi bagian penopang perekonomian daerah.

Dengan tujuan untuk lebih memperkenalkan produk serta menjadi panutan bagi wirausahawan lain.

"Jadi prestasi-prestasi itulah yang nanti akan dimunculkan baik itu dari sisi penjualan, pengemasan, sampai pemberdayaan," kata Andrio.

Indikator penilaian meliputi kelengkapan legalitas, proses pemberdayaan masyarakat, rekruitmen karyawan, cara pemasaran, daya juang produksi hingga memastikan usaha mereka ramah lingkungan. Tak ketinggalan kemampuan mengekspor maupun menjual produk ke luar provinsi.

"Kita juga melakukan visitasi ke lapangan ke sepuluh finalis kabupaten/kota untuk memastikan kebenaran dokumen dengan kondisi lapangan," tandasnya.

Andrio menyebut bahwa proses pemberdayaan masyarakat sejumlah UKM yang ikut dalam kompetisi ini sangatlah luar biasa.

Bahkan ada yang memberikan CSR kesehatan gratis bagi warga hingga merekrut karyawan dari ibu-ibu sekitar.

Berdasarkan berbagai indikator penilaian itu, nantinya dipilih tiga pemenang utama juara satu, dua dan tiga serta harapan satu dan harapan dua dari masing-masing kategori. 

"Jadi nanti semua finalis ini menang, karena perjuangan mereka sudah sampai sini, masing-masing kategori makanan dan minuman dan fashion kriya," ujarnya.

Para pemenang akan menerima uang pembinaan dan pendampingan pemasaran sehingga semakin naik kelas. Serta diikutsertakan dalam K-UKM Expo pada Juli 2024 mendatang bersamaan pengumuman pemenang.

Lebih lanjut Andrio menjelaskan bahwa pelaku usaha kecil telah menjadi penopang perekonomian daerah. Total ada 9,78 UMKM di Jatim. Kontribusinya terhadap PDRB Jatim mencapai 59,18 persen.

UMKM ini diharapakan menjadi katalisator peningkatan kemakmuran masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES