Ekonomi

Pemkab Bondowoso Bantu Sistem Pengairan Sawah dan Pupuk Gratis ke Petani

Rabu, 26 Juni 2024 - 16:14 | 34.54k
Penyaluran bantuan pupuk NPK gratis kepada petani di Kabupaten Bondowoso (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
Penyaluran bantuan pupuk NPK gratis kepada petani di Kabupaten Bondowoso (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Sistem perekonomian warga di Kabupaten Bondowoso Jawa Timur bergantung pada pertanian. Dikutip dari web resmi dinas Pertanian setempat, dari seluruh luas wilayah yang ada di Bondowoso 90,08% dimanfaatkan untuk pertanian.

Jumlah tersebut terdiri dari persawahan 20.74%, tegalan/tanah kering 27.66%, perkebunan, kehutanan 35.77%.

Dalam rangka mendukung sektor ini, pemerintah Kabupaten Bondowoso memberikan dukungan sistem pengairan sawah hingga pupuk NPK gratis pada petani. 

Bahkan pupuk NPK tersebut sudah mulai didistribusikan ke petani di Kecamatan Cermee pada 15 Juni 2024 kemarin. 

Pj Bupati Bondowoso Bambang Soekwanto mengatakan, ketahanan pangan akan berjalan sukses karena adanya kolaborasi antar pihak. 

Menurutnya, dengan pemberian pupuk NPK gratis diharapkan bermanfaat bagi masyarakat terutama petani dalam hal produksi pertanian. 

Apalagi kata dia, Indonesia diprediksi akan dilanda kekeringan panjang. "Pupuk ini gratis tidak dipungut biaya apapun, " kata dia. 

Pemberian bantuan sistem pengairan juga bersinergi dengan Kodim 0822 Bondowoso. Dandim 0822 Letkol Arm Suhendra Cipta menjelaskan, Presiden meminta TNI agar bekerjasama dengan Kementan untuk menyukseskan ketahanan pangan dengan program pompanisasi dan pipanisasi.

Menurutnya, di Bondowoso sudah menerima 41 pompa dan telah dibagikan kepada petani. 

Bagi warga yang memerlukan pompanisasi, dapat berkoordinasi dengan Danramil setempat untuk segera mengajukannya. Saat ini, terdapat 4 pipanisasi di Desa Bajuran untuk mengairi tanaman jagung.

"Ini sedang diajukan semoga di ACC oleh pemerintah pusat. Air dapat mengairi area-area kering sehingga tidak terbuang percuma," kata dia. 

Menurutnya, saat ini Bondowoso tengah memasuki musim kemarau dan banyak daerah mengalami kekeringan. “Sehingga petani sangat memerlukan ketersedian air untuk mengairi sawahnya,” imbuh dia. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES