Ekonomi

Melirik Potensi Wisata Petik Kopi Merah di Kawasan Monumen Jenderal Soedirman Pacitan

Minggu, 30 Juni 2024 - 19:35 | 28.73k
Petani Kopi Robusta di Desa Pakis Baru, Nawangan, Pacitan, Senen menunjukkan biji kopi siap petik. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
Petani Kopi Robusta di Desa Pakis Baru, Nawangan, Pacitan, Senen menunjukkan biji kopi siap petik. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PACITAN – Di balik kemegahannya sebagai situs bersejarah, kawasan Monumen Jenderal Soedirman di Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan menyimpan potensi menarik yaitu wisata petik kopi merah.

Tanah di sekitar monumen ternyata memiliki kesuburan yang ideal untuk ditanami kopi Arabika. Hal ini diungkapkan oleh, Juru Kelola Monumen Jenderal Soedirman, Juwanto. 

"Tanah di sini sangat potensial untuk pengembangan pertanian, khususnya kopi Arabika," ujar Juwanto, kepada TIMES Indonesia, Minggu (30/6/2024).

Potensi ini, menurut Juwanto, perlu digali agar kawasan monumen semakin menarik bagi wisatawan. "Supaya ke depan kawasan monumen layak dikunjungi wisatawan, maka potensi tersebut perlu digali," tuturnya.

Petani-Kopi-2.jpg

Upaya untuk memaksimalkan potensi wisata petik kopi merah ini sudah mulai dilakukan oleh para petani kopi di sekitar monumen.  Salah satunya adalah Mbah Senen, seorang petani kopi yang telah sukses menanam kopi Arabika dengan metode stek.

"Sejak distek, buah kopi melimpah, setahun bisa dua kali panen," ungkapnya.

Sementara itu, menurut pemerhati kopi Pacitan, Djohan Perwiranto, kualitas kopi Nawangan tidak kalah dengan kopi dari daerah lain. "Agar aroma dan kualitas terjaga, kopi itu harus dipetik saat sudah merah," jelas Djohan.

Dengan pengelolaan yang tepat, wisata petik kopi merah di kawasan Monumen Jenderal Soedirman Pacitan berpotensi menjadi daya tarik wisata baru yang unik dan edukatif.

Tak hanya memanjakan mata dengan keindahan alam, wisatawan juga dapat belajar tentang proses budidaya kopi dan menikmati kopi segar langsung dari kebunnya.

Selain Desa Pakis Baru, desa-desa di sekitarnya seperti Jatis Lor dan Tokawi juga memiliki potensi untuk mengembangkan wisata petik kopi merah. Bersama-sama, desa-desa ini dapat menjadi destinasi wisata petik kopi merah yang menjanjikan di Kabupaten Pacitan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES