Ekonomi

Bakal Genjot Ekspor Produk UMKM, Menteri Zulkifli Hasan Lepas Ekspor Produk Home Decor di Bantul

Sabtu, 06 Juli 2024 - 18:46 | 15.80k
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan didampingi Pemilik Palem Craft Deddy Effendi, Melih produk Home Decor di Palemcraf Bantul (FOTO: Edis/ TIMES Indonesia)
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan didampingi Pemilik Palem Craft Deddy Effendi, Melih produk Home Decor di Palemcraf Bantul (FOTO: Edis/ TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANTUL – Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah akan terus menggenjot nilai ekspor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada 2024. Pemerintah juga akan terus memperluas jangkauan perdagangan ke berbagai belahan dunia.

Hal itu disampaikan Zulkifli Hasan, saat mengunjungi dan melepas produk ekspor home decor di rumah produksi Palem Craft Jalan Pramuka Area Sawah, Trirenggo, Bantul, DIY, Sabtu (6/7/2024).

Craft-Deddy-Effendi-2.jpg

"Kita akan memperluas perdagangan dari pasar tradisional juga ke pasar non tradisional misalnya negara negara di Asean. Asean kita sudah jadi satu sudah komprehensif bebas bea. Juga ada di kawasan Asia Selatan seperti India Pakistan, Bangladesh, Afrika seperti Mesir, Nigeria dan Utopia," ujar Zulkifli Hasan, kepada awak media, sesuai melepas truk kontainer yang membawa produk home decor yang akan dikirim ke Negara Spanyol.

Hal itu dilakukan sebagai upaya mendorong UMKM, agar terus berkembang terutama di mancanegara. Dan tren positif nilai ekspor  seperti yang terlihat di produk Home Decor milik Palem Craft ini. 

Craft-Deddy-Effendi-3.jpg

Dimana, nilai ekspor pada 2024 ini meningkat hingga 40 persen dan sampai Juli 2024 mencapai 245 ribu  Dolar AS atau setara Rp 3-4 miliar. "Lumayan ini nilainya 7.000 dolar AS, bahkan perusahaan ini sudah sejak Januari sampai Juni sudah melakukan ekspor dengan nilai 245 ribu dolar AS," ungkapnya.

Pemilik Palemcraf, Deddy Effendi, mengatakan setidaknya ada tiga produk unggulan yang selama ini diekspor. Yakni lampu, cermin, dan dekorasi. Bahan baku produk produk tersebut dari pisang, pandan, biji-bijian, rerumputan, kulit kerang dan dedaunan. Adapun bahan baku itu diperoleh dari para petani di berbagai daerah seperti Kalimantan, Sulawesi, Sumatera Selatan dan Jawa Timur.

Tujuan ekspor produk ini ke berbagai negara seperti Turki, Spanyol, Belgia, Perancis, dan Yunani. Serta di beberapa negara Asia seperti Filipina, Thailand dan Korea Selatan.

Deddy mengatakan dari sisi harga produk ini dijual antara 20-30 dolar. Namun di negara tujuan nilai jual bisa naik sampai 6-7 kali lipat, atau kalau dirupiahkan di negara tujuan mencapai Rp 3-5 juta. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES