15 Ton Tomat Siap Panen, Program Ketapang Pilowo Morotai Sukses dan Diapresiasi Pj Bupati Burnawan
Kelompok Tani Bumi Mutiara Tani, Desa Pilowo, Kecamatan Moritai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai merupakan kelompok Tani yang paling sukses di Morotai. ...

MOROTAI – Kelompok Tani Bumi Mutiara Tani, Desa Pilowo, Kecamatan Moritai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai merupakan kelompok Tani yang paling sukses di Morotai. Sebelumnya, pada awal Agustus 2024 telah melakukan panen raya dan menanam kembali ribuan bibit tomat, kini kembali lakukan panen raya ribuan buah tomat jenis Servo F1 untuk periode kedua di awal Oktober 2024.
Diketahui, penanaman ribuan bibit tomat oleh Kelompok Tani Bumi Mutiara Tani merupakan program Ketahanan Pangan (Ketapang) yang dibiayai oleh Dana Desa, Desa Pilowo Morotai. Program ini bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan pangan, keterjangkauan, dan konsumsi pangan yang sehat, beragam, dan sesuai dengan kebutuhan lokal.
Kelompok Tani Desa Pilowo ini bukan hanya menanam tomat, namun juga cabe keriting dan beberapa kombinasi tanaman lainnya. Hal tersebut disampaikan Ketua Kelompok Tani Bumi Mutiara Tani, Sofyan Tomagola, saat dikonfirmasi TIMES Indonesia, Kamis (3/10/2024).
"Dari anggaran Dana Desa, Desa Pilowo sebesar Rp120 juta, kami gunakan untuk belanja saprodi pertanian, pupuk, obat fungisida/herbisida, plastik mulsa sampai pengolahan lahan. Selain itu, kami belanja bibit cabe kriting varietas Laba F1, Tomat Servo F1, dan sayuran berupa sawi, kacang panjang, pare, timun, dan jagung. Jadi modal awal itu, kemudian kita putar terus dan sekarang Alhamdulillah hasilnya sudah berlimpah," ungkap Sofyan.
Lelaki 37 tahun yang akrab disapa Opan ini menjelaskan, bahwa penanaman tomat periode kedua ini sebanyak 10 ribu pohon, adalah seremoni penanaman yang dilakukan Pj Bupati Morotai Burnawan bersama jajaran pada awal Agustus 2024. Sehingga, petani milenial ini berharap dapat dipanen kembali oleh Pj Bupati Burnawan bersama jajarannya di Pemda Morotai.
"Tomat yang kami panen hari ini, adalah tomat yang ditanam Pj Bupati Burnawan bersama jajarannya saat usai panen raya tomat pada awal Agustus lalu. Harapan kami, panen raya kedua nanti Pj Bupati Burnawan bersama jajaran melakukan kembali atas hasil yang telah mereka canangkan beberapa bulan lalu," harapnya.

Menurut Opan, biasanya satu pohon tomat jenis Servo F1 menghasilkan 15 kilogram (kg) buah tomat. Bila dikalikan dengan 10 ribu pohon maka hasil yang didapat sebanyak 15 ton.
Tetapi, menurutnya, panen ini dilakukan bukan hanya sekali, namun bertahap hingga 18 kali panen. Setiap panen menggunakan lima orang tenaga masyarakat ditambah enam orang anggota kelompok tani.
Ketika ditanya bagaimana pembagian hasil panennya dengan anggota maupun pihak pemerintah Desa Pilowo? Opan menegaskan dari total hasil panen setelah dijual, maka pihak pemerintah desa bakal mendapat 10 persen sebagai PAD, sementara anggota kelompok tani dibagi sama besar setelah dibuka modalnya.
"Pembagiannya seperti itu yang telah disepakati, sementara soal pasar, sudah ada pembeli yang langsung datang ke kebun kami untuk membeli tomatnya. Biasanya, pembeli mengambil dengan harga Rp 7 ribu per kilogram. Kami mengutamakan melayani pembeli dari dalam Morotai, bila dari dalam sudah terlayani, baru kami layani pembeli dari luar Morotai. Itu pun bila tomatnya masih ada," paparnya.
"Harapan kami Kelompok Tani Bumi Mutiara Tani, Desa Pilowo, kalau bisa Dinas Pertanian Pulau Morotai ada perhatian untuk petani hortikultura terkait pengolahan lahan, pupuk, bibit, sama obat pengendali hama tanaman. Karena sudah satu tahun ini, kami khususnya Petani Desa Pilowo, tidak pernah merasakan bantuan pupuk, bibit, dan obat pengendalian hama tanaman dari Pemda Morotai," pinta Ketua Kelompok Tani, Sofyan Tomagola.
Sementara, Pj Bupati Morotai Burnawan merasa bersyukur dan sangat mengapresiasi atas capaian yang spektakuler dari Kelompok Tani Bumi Mutiara Tani, Desa Pilowo. Menurut orang nomor satu Pemda Morotai ini, bahwa kelompok tani tersebut telah banyak membantu pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional maupun lokal.
"Capaian mereka luar biasa dan perlu diapresiasi. Untuk itu, apa yang menjadi keluhan dan kebutuhan Kelompok Tani Bumi Mutiara Tani, akan menjadi atensi Pemda Morotai, yakni Dinas Pertanian akan menindaklanjutinya. Sehingga, pemerintah hadir untuk melayani, itu benar-benar terwujud bukan hanya sekadar slogan, karena saya paling tidak bisa melihat masyarakat mengeluh berulang kali terkait pelayanan pemerintah," pungkas Burnawan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


