Advertisement
Ekonomi

Awal 2026, Harga Cabai Rawit Merah Naik ke Rp70.500 per Kg

Harga pangan nasional pada awal 2026 menunjukkan cabai rawit merah menembus Rp70.500 per kg. Data PIHPS Bank Indonesia juga mencatat pergerakan beras, daging, gula, dan minyak goreng di pasar eceran.

TIMES Indonesia,
Awal 2026, Harga Cabai Rawit Merah Naik ke Rp70.500 per Kg
Komoditas cabai rawit merah yang dijual pedagang di salah satu pasar tradisional. (FOTO: Antara)
A-AA+

JAKARTA Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, yang dikelola Bank Indonesia, mencatat harga cabai rawit merah di 1 Januari 2026, mencapai Rp70.500 per kilogram (kg).

Berdasarkan data PIHPS, yang dilansir di Jakarta, Kamis (1/1/2026) pukul 10.00 WIB harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional lainnya, yakni bawang merah Rp53.900 per kg, lalu bawang putih di harga Rp42.350 per kg.

Advertisement

Selain itu, beras kualitas bawah I di harga Rp14.200 per kg, beras kualitas bawah II Rp14.950 per kg. Sedangkan, beras kualitas medium I Rp16.350 per kg, dan beras kualitas medium II di harga Rp16.200 per kg.

Lalu, beras kualitas super I di harga Rp17.250 per kg, dan beras kualitas super II Rp16.750 per kg.

Selanjutnya, PIHPS mencatat harga cabai merah besar mencapai Rp48.850 per kg, cabai merah keriting Rp56.400 per kg, dan cabai rawit hijau Rp47.850 per kg.

Kemudian, daging ayam ras di harga Rp42.350 per kg, daging sapi kualitas I Rp142.150 per kg, daging sapi kualitas II di harga Rp131.400 per kg.

Harga komoditas berikutnya yakni gula pasir kualitas premium tercatat Rp21.500 per kg, gula pasir lokal Rp18.650 per kg.

Advertisement

Sementara itu, minyak goreng curah di harga Rp20.050 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I di harga Rp23.250 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek II di harga Rp22.050 per liter.

Selanjutnya PIHPS juga mencatat harga telur ayam ras Rp33.850 per kg. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Hendarmono Al Sidarto
PenulisHendarmono Al SidartoSarjana Agronomi Universitas Muhammadiyah Malang (1988). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2021. Memiliki minat khusus dalam peliputan berita ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia