Advertisement
Ekonomi

Okupansi Hotel Yogyakarta Turun di Libur Imlek, PHRI DIY Siapkan Strategi Kreatif

Dibandingkan Imlek tahun lalu, terjadi penurunan okupansi sekitar 10–15 persen. Beberapa faktor menjadi penyebab.

TIMES Indonesia,
Okupansi Hotel Yogyakarta Turun di Libur Imlek, PHRI DIY Siapkan Strategi Kreatif
Ilustrasi Hotel (FOTO: pinterpoin)
A-AA+

YOGYAKARTA Meski tetap lebih tinggi dibanding hari biasa, okupansi hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama libur panjang Imlek tahun ini tercatat menurun dibanding tahun sebelumnya.

Menyikapi kondisi ini, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menyiapkan strategi kreatif dengan menghadirkan paket buka bersama (iftar) menjelang Ramadan untuk menutup potensi penurunan pendapatan.

Advertisement

Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono, mengatakan okupansi hotel secara rata-rata di seluruh DIY saat libur Imlek mencapai sekitar 60 persen. Sementara itu, hotel-hotel di kawasan Kota Jogja, khususnya sekitar Malioboro, masih mampu menembus angka 80 persen.

“Kalau di rata-rata seluruh DIY 60 persen itu data sementaranya,” kata Deddy, Selasa (17/2/2026).

Dibandingkan Imlek tahun lalu, terjadi penurunan okupansi sekitar 10–15 persen. Beberapa faktor menjadi penyebab, antara lain berdekatan dengan awal Ramadan, kondisi cuaca yang tidak menentu, serta menurunnya daya beli masyarakat.

“Libur panjang menjelang Imlek memang berpengaruh, tetapi tidak signifikan,” tambah Deddy.

Ia menambahkan, memasuki awal Ramadan, jumlah kunjungan ke hotel biasanya justru menurun, hanya sekitar 10–25 persen pada minggu pertama puasa.

Advertisement

Untuk menutup potensi penurunan pendapatan, para pengelola hotel di DIY menyiapkan inovasi seperti paket buka bersama (iftar).

Program ini rutin dihadirkan setiap Ramadan untuk menarik lebih banyak konsumen. Hingga saat ini, sekitar 10 persen pemesanan paket buka bersama telah diterima.

Deddy berharap jumlah pemesanan paket iftar dapat terus meningkat. “Pendapatan dari paket buka bersama bisa menutup biaya operasional hotel, sehingga selama bulan puasa, pengelola bisa tetap bernafas,” ujarnya.

Dengan strategi ini, PHRI DIY optimistis dapat menjaga kestabilan pendapatan hotel meski menghadapi tren penurunan okupansi saat libur panjang dan awal Ramadan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

A. Tulung
PenulisA. TulungSarjana Peternakan Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Tahun 2006 dan Magister Manajemen Universitas Teknologi Yogyakarta (2017). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia