Advertisement
Ekonomi

Tepis Isu Pengunduran Diri, Menkeu Purbaya Tetap Ikuti Perintah Presiden

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis rumor pengunduran dirinya. Ia menegaskan tetap melanjutkan jabatan sebagai bendahara negara sesuai arahan Presiden Prabowo.

TIMES Indonesia,
Tepis Isu Pengunduran Diri, Menkeu Purbaya Tetap Ikuti Perintah Presiden
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudi Sadewa.
A-AA+

Jakarta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dirinya tetap melanjutkan jabatan sebagai bendahara negara. Langkah ini diambil guna mematuhi instruksi dan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

“Kami ikut perintah Bapak Presiden. Jadi, komitmennya kuat, maju terus. Mundur juga maju kita,” kelakar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Advertisement

Purbaya mempertanyakan asal-muasal rumor yang menyebut dirinya bakal mundur dari kursi Menteri Keuangan. Ia menduga isu miring tersebut sengaja diembuskan oleh pihak tertentu untuk memengaruhi sentimen pasar. Kendati demikian, ia memastikan sampai saat ini seluruh tugas dan tanggung jawab di otoritas fiskal tetap berjalan normal seperti biasa.

Sebagai informasi, kabar burung mengenai pengunduran diri Purbaya mulai berembus setelah Menkeu menghadiri Rapat Paripurna di DPR RI, Jakarta, Kamis (4/6). Rapat tersebut mengendakan revisi Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Pada kesempatan yang sama, Purbaya juga menghadiri penyampaian pandangan dari setiap fraksi DPR terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF). Saat ditemui wartawan seusai rapat tersebut, Purbaya berjanji akan memaparkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Mei 2026.

Kinerja APBN Per Mei 2026

Di tengah terpaan isu politik, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal Indonesia hingga akhir Mei 2026 masih menunjukkan kinerja yang kokoh. Defisit APBN per Mei 2026 tercatat sebesar Rp180,4 triliun atau setara 0,70 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Dari sektor penerimaan, pendapatan negara berhasil dihimpun sebesar Rp1.185 triliun. Angka ini setara dengan 37,6 persen dari total target APBN yang dipatok senilai Rp3.153,6 triliun. Realisasi pendapatan tersebut mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 19,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Advertisement

Sementara itu dari sisi pengeluaran, belanja negara per Mei 2026 telah terealisasi sebesar Rp1.365,4 triliun, atau 35,5 persen dari pagu target APBN yang sebesar Rp3.842,7 triliun. Kinerja belanja ini tumbuh signifikan mencapai 34,4 persen (yoy).

Melalui capaian tersebut, keseimbangan primer Indonesia sukses mencetak surplus sebesar Rp58,6 triliun. Indikator ini mencerminkan bahwa kondisi fiskal nasional saat ini masih sangat memadai dalam mengelola pendapatan, belanja, serta pembiayaan utang negara. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Antara
PenulisAntaraANTARA adalah kantor berita nasional Indonesia yang menyebarluaskan informasi tentang berbagai peristiwa penting di dalam dan luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia