Advertisement
Ekonomi

Harga Sembako Majalengka: Cabai Turun, Bawang dan Ayam Kampung Merangkak Naik

Harga sembako Majalengka 8 Juni 2026 relatif stabil. Beras aman, cabai turun signifikan, sementara bawang dan sebagian protein hewani sedikit naik, cerminkan dinamika pasar tradisional.

TIMES Indonesia,
Harga Sembako Majalengka: Cabai Turun, Bawang dan Ayam Kampung Merangkak Naik
Pedagang sembako di pasar tradisional. (FOTO: dok TIMES Indonesia)
A-AA+

MAJALENGKA Di tengah denyut aktivitas pasar tradisional yang tak pernah benar-benar sepi, pergerakan harga kebutuhan pokok atau harga sembako di Kabupaten Majalengka kembali menunjukkan dinamika yang kontras.

Rilis terbaru dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Majalengka per Senin, 8 Juni 2026, menggambarkan kondisi harga yang relatif stabil, namun diwarnai fluktuasi pada sejumlah komoditas strategis.

Advertisement

Data yang dipublikasikan melalui akun resmi Instagram Disperdagin Majalengka dikutip TIMES Indonesia ini menjadi potret nyata denyut ekonomi masyarakat, sekaligus cermin daya beli di tingkat akar rumput.

sejumlah komoditas utama tercatat masih berada pada level stabil. Harga beras medium bertahan di angka Rp13.700 per kilogram, sementara beras premium tetap di Rp14.800 per kilogram.

Kondisi ini selaras dengan melimpahnya stok beras di wilayah Majalengka yang mencapai sekitar 15.800 ton, bahkan melebihi kapasitas gudang Bulog setempat. Ketersediaan yang aman ini menjadi faktor penopang stabilitas harga beras di pasaran. 

Selain beras, beberapa bahan pokok lain juga tidak mengalami perubahan signifikan, seperti jagung pipilan Rp7.700/kg, pisang Rp9.200/kg, hingga minyak goreng kemasan Rp20.140/liter.

Berbeda dengan tren sebelumnya yang sempat melonjak tajam, harga cabai pada 8 Juni 2026 justru mengalami penurunan yakni cabai merah biasa dari Rp84.000 menjadi Rp78.000 per kilogram, cabai merah keriting dari Rp68.000 menjadi Rp61.000 per kilogram, cabai rawit merah dari Rp88.000 menjadi Rp80.000 per kilogram, serta cabai rawit hijau dari Rp54.000 menjadi Rp51.000 per kilogram.

Advertisement

Penurunan ini menjadi angin segar bagi masyarakat, setelah sebelumnya harga cabai sempat menembus angka tinggi hingga Rp100 ribu per kilogram di awal Juni. 

Di sisi lain, tekanan harga masih terjadi pada komoditas tertentu. Bawang merah biasa naik dari Rp47.000 menjadi Rp49.000/kg, sementara bawang putih impor juga mengalami kenaikan dari Rp37.600 menjadi Rp40.400/kg.

Kenaikan ini menunjukkan masih adanya tekanan pasokan dan distribusi, khususnya pada komoditas yang bergantung pada impor.

Pergerakan harga juga terlihat pada sektor protein hewani. Daging ayam ras sedikit turun dari Rp40.400 menjadi Rp40.000/kg, namun daging ayam kampung justru naik dari Rp75.000 menjadi Rp76.000/kg.

Sementara itu, harga daging sapi segar tetap stabil di Rp146.000/kg, sedangkan daging sapi beku turun tipis dari Rp124.000 menjadi Rp122.000/kg.

Komoditas lain seperti telur ayam ras, ikan, dan produk olahan relatif tidak mengalami perubahan harga.

Kabar baik lainnya datang dari komoditas gula. Gula pasir lokal turun dari Rp18.900 menjadi Rp18.700/kg, dan gula merah turun dari Rp20.000 menjadi Rp19.600/kg. Penurunan ini memberi sedikit ruang bagi pengeluaran rumah tangga, di tengah tekanan harga pada komoditas lain.

Secara keseluruhan, data harga kebutuhan pokok di Majalengka per 8 Juni 2026 menunjukkan kondisi yang relatif terkendali. Meski beberapa komoditas mengalami kenaikan, stabilitas mayoritas harga menjadi indikator bahwa pasar masih bergerak dalam ritme yang terjaga.

Namun demikian, fluktuasi pada cabai dan bawang tetap menjadi perhatian utama, mengingat komoditas ini sangat berpengaruh terhadap pengeluaran harian masyarakat.

Di balik angka-angka tersebut, tersimpan cerita tentang keseimbangan antara pasokan, distribusi, dan daya beli, sebuah dinamika yang terus bergerak seiring waktu di jantung pasar tradisional Majalengka. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Jaja Sumarja
PenulisJaja SumarjaSMA. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum dan kriminal, pemerintahan, pendidikan, seni, budaya serta isu lainnya
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia