Advertisement
Ekonomi

Rupiah Lampaui Proyeksi, BI Kembali Naikkan BI-Rate

Rupiah melemah melampaui proyeksi Bank Indonesia. BI merespons dengan menaikkan suku bunga dan meluncurkan empat langkah tambahan untuk menjaga stabilitas pasar.

TIMES Indonesia,
Rupiah Lampaui Proyeksi, BI Kembali Naikkan BI-Rate
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjawab pertanyaan media dalam wawancara cegat (doorstop) usai Rapat Kerja (Raker) bersama Banggar DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (9/6/2026). (ANTARA/Rizka Khaerunnisa)
A-AA+

JAKARTA Pelemahan nilai tukar rupiah yang melampaui perkiraan mendorong Bank Indonesia (BI) mengambil langkah cepat. Melalui Rapat Mingguan Dewan Gubernur, Selasa, BI memutuskan menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 basis poin sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas rupiah.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, hasil evaluasi terbaru menunjukkan tekanan terhadap rupiah lebih besar dibandingkan proyeksi sebelumnya. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi bank sentral untuk memperkuat bauran kebijakan demi menahan gejolak nilai tukar dan menjaga kepercayaan pasar.

Advertisement

“Dalam berbagai evaluasi, hari ini kita melihat pelemahan rupiah melebihi yang kita proyeksikan sebelumnya. Karena itu, langkah-langkah kebijakan lanjutan ditempuh untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah,” ujar Perry Warjiyo saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Pada kesempatan tersebut, Perry juga memastikan penyelenggaraan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan sesuai dengan ketentuan undang-undang.

“Memang setiap minggu kami melakukan evaluasi pelaksanaan kebijakan yang kita putuskan secara bulanan. Karena ada pelemahan rupiah yang memang melebihi yang diproyeksi, kita lakukan langkah-langkah lanjutan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah,” kata dia.

Adapun BI belum lama ini menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 50 bps pada RDG Bulanan pada 19-20 Mei 2026.

Kenaikan BI-Rate pada Mei 2026 menjadi langkah penyesuaian pertama setelah suku bunga acuan dipertahankan di level 4,75 persen sejak September 2025.

Advertisement

Sepanjang 2025, BI sebelumnya telah memangkas bunga acuan sebanyak lima kali dengan total penurunan sebesar 125 bps.

Selanjutnya, BI dijadwalkan kembali melaksanakan RDG Bulanan pada 17-18 Juni 2026.

Di samping kenaikan BI-Rate menjadi 5,50 persen pada Selasa, BI juga menempuh sejumlah langkah lainnya untuk stabilisasi nilai tukar rupiah.

Pertama, kenaikan struktur suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) pada seluruh tenor 6, 9, dan 12 bulan untuk semakin meningkatkan imbal hasil bagi masuknya investasi portofolio asing.

Kedua, pemberian insentif berupa penurunan tingkat swap lindung nilai (hedging swap) bagi investor asing sebesar 10 persen untuk semakin meningkatkan daya tarik masuknya investor asing serta mengkompensasi kewajiban yang selama ini ditanggung investor.

Ketiga, pembukaan kembali window lelang instrumen repurchase agreement (repo) untuk tenor-tenor 3, 6, 9, dan 12 bulan bagi perbankan guna memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan.

Keempat, peningkatan intensitas operasi moneter baik rupiah maupun valuta asing untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah.

Berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sejak awal tahun melemah sekitar 7,76 persen (point to point/ptp) dari Rp16.834 per dolar AS pada 9 Januari 2026 menjadi Rp18.141 per dolar AS pada 9 Juni 2026.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Antara
PenulisAntaraANTARA adalah kantor berita nasional Indonesia yang menyebarluaskan informasi tentang berbagai peristiwa penting di dalam dan luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia