Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Kebijakan, Bupati Malang Minta Pendataan Akurat
Pemkab Malang berharap pada pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 sebagai instrumen penting untuk memetakan kekuatan ekonomi daerah.
Malang – Pemerintah Kabupaten Malang menaruh harapan besar pada pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 sebagai instrumen penting untuk memetakan kekuatan ekonomi daerah sekaligus menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Bupati Malang HM Sanusi menegaskan bahwa kualitas sebuah kebijakan sangat bergantung pada kualitas data yang dimiliki pemerintah. Karena itu, proses pendataan dalam Sensus Ekonomi harus dilakukan secara cermat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Data yang akurat dan terpercaya merupakan fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran," ujar Sanusi.
Menurutnya, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi pijakan strategis dalam membaca kondisi riil perekonomian daerah, mulai dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perdagangan, industri pengolahan, hingga sektor jasa dan pariwisata yang selama ini menjadi penopang ekonomi Kabupaten Malang.
Bupati mengapresiasi kesiapan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang dalam mempersiapkan tahapan sensus, termasuk peningkatan kapasitas petugas yang nantinya akan turun langsung ke lapangan.
"Pelatihan ini sangat penting untuk memastikan petugas memiliki kemampuan teknis, pemahaman metodologi, serta integritas yang tinggi dalam melakukan pendataan di lapangan," katanya.
Kabupaten Malang sendiri saat ini menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup kuat di Jawa Timur. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang mencapai 5,92 persen, menempatkannya di jajaran daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di provinsi tersebut.
Sanusi berharap data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2026 dapat semakin memperkuat arah pembangunan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Kabupaten Malang.
"Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang pada tahun 2025 mencapai 5,92 persen. Kami berharap hasil Sensus Ekonomi 2026 dapat semakin memperkuat iklim investasi dan mendorong percepatan pembangunan ekonomi daerah," tegasnya.
Ia menjelaskan, penguatan sektor ekonomi menjadi salah satu fokus utama pembangunan daerah selain pendidikan dan kesehatan. Berbagai inovasi terus didorong untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru di tengah masyarakat.
Salah satunya adalah pengembangan produksi garam di Kecamatan Donomulyo yang kini mampu menghasilkan hingga 10 ton per bulan. Potensi tersebut menjadi bukti bahwa inovasi ekonomi lokal dapat berkembang dan menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Malang juga terus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pembangunan sektor pendidikan dan kesehatan.
Sanusi menilai, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang dimiliki, tetapi juga kemampuan pemerintah membaca kondisi masyarakat melalui data yang valid dan komprehensif.
Karena itu, ia berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 mampu menghasilkan data statistik berkualitas yang dapat menjadi dasar pengambilan keputusan pembangunan, sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Malang yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


