Advertisement
Ekonomi

Pemkab Dorong Pabrik Infus Muhammadiyah di Kabupaten Malang Serap Tenaga Lokal

Pemerintah Kabupaten Malang menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan pabrik infus yang diinisiasi oleh Muhammadiyah di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

TIMES Indonesia,
Pemkab Dorong Pabrik Infus Muhammadiyah di Kabupaten Malang Serap Tenaga Lokal
Peletakan batu pertama pembangunan pabrik infus Muhammadiyah di Karangploso Kabupaten Malang, Kamis (11/6/2026). (Istimewa)
A-AA+

MALANG Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan pabrik infus yang diinisiasi oleh Muhammadiyah di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang

Dukungan tersebut disampaikan Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, saat menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan pabrik infus yang akan berdiri di atas lahan seluas 14 hektare di Karangploso, Kamis (11/6/2026).

Menurut Lathifah, investasi di sektor kesehatan memiliki nilai strategis karena memberikan dampak ganda, yakni memperkuat layanan kesehatan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Pemerintah Kabupaten Malang menyambut baik dan mengapresiasi pembangunan Pabrik Infus PT Suryavena Farma Indonesia ini," ujar Lathifah.

Ia menilai, langkah Muhammadiyah membangun industri farmasi menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional. Selama ini, kebutuhan produk kesehatan, termasuk cairan infus, masih menjadi salah satu sektor yang perlu terus diperkuat kemandiriannya.

"Kehadiran industri kesehatan yang diinisiasi Muhammadiyah merupakan langkah nyata dalam mendukung kemandirian sektor kesehatan nasional sekaligus memperkuat ketahanan industri farmasi dalam negeri," katanya.

Selain mendukung sektor kesehatan, pembangunan pabrik tersebut juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Kabupaten Malang. Mulai dari penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga tumbuhnya ekosistem industri yang lebih kompetitif.

"Kami berharap investasi ini memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta tumbuhnya ekosistem industri yang berdaya saing di Kabupaten Malang," ujarnya. 

Pabrik infus tersebut akan dikelola oleh PT Suryavena Farma Indonesia, perusahaan yang dibentuk Muhammadiyah untuk mendukung kebutuhan sektor kesehatan. Kehadiran fasilitas produksi ini diproyeksikan menjadi bagian penting dalam rantai pasok layanan kesehatan Muhammadiyah yang saat ini mengelola sekitar 130 rumah sakit dan lebih dari 300 klinik di berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir sebelumnya menjelaskan bahwa pembangunan pabrik infus merupakan bagian dari upaya Muhammadiyah memperkuat kemandirian bangsa melalui sektor kesehatan dan ekonomi produktif.

Proyek ini telah melalui berbagai kajian kelayakan, termasuk aspek ketersediaan sumber daya air yang menjadi komponen utama dalam produksi cairan infus. Pabrik ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2027 atau awal 2028. (*)

Advertisement

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Achmad Fikyansyah
PenulisAchmad FikyansyahSarjana Sastra Inggris (S.S) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bergabung ke TIMES Indonesia sejak Maret 2023. Meliput berbagai topik, utamanya pendidikan dan ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia