MOTU Indonesia Tampil di forum Bergengsi Kementerian Sekretariat Negara
MOTU Indonesia tampil di Forum Kementerian Sekretariat Negara untuk perkuat sinergi dengan pemerintah dan dunia internasional.
JAKARTA – PT Motu Technology Group (MOTU Indonesia) turut ambil bagian dalam Lokakarya Alumni KTLN yang Pernah Belajar di Tiongkok: Mempererat Persahabatan dan Kerja Sama Indonesia-Tiongkok ke-76 Tahun yang digelar di Gedung Krida Bakti, Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh China Chamber of Commerce in Indonesia tersebut menjadi forum strategis yang mempertemukan unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, serta alumni program pendidikan dan pelatihan di Tiongkok untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Berdasarkan data panitia, sekitar 600 peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari pejabat kementerian dan lembaga negara, alumni program kerja sama Indonesia-Tiongkok, perwakilan perusahaan asal Tiongkok yang beroperasi di Indonesia, hingga pelaku industri dari berbagai sektor strategis.
Kehadiran MOTU Indonesia dalam forum tersebut menunjukkan keterlibatan perusahaan dalam berbagai agenda yang berkaitan dengan pembangunan nasional, penguatan kerja sama internasional, serta pengembangan industri masa depan berbasis teknologi dan energi berkelanjutan.

Sejumlah pejabat negara turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, serta sejumlah pejabat dari kementerian dan lembaga lainnya.
Acara juga dihadiri Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, H.E. Wang Lutong. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Tiongkok tidak hanya bertumpu pada perdagangan dan investasi, tetapi juga pada hubungan antarmasyarakat yang menjadi fondasi kerja sama kedua negara.
"Perdagangan dan investasi bukanlah segalanya dalam hubungan Indonesia dan China. Masyarakat selalu menjadi fondasi hubungan bilateral dan mereka yang seharusnya mendapatkan manfaat dari kerja sama ini," ujar Wang Lutong.
Forum tersebut turut menghadirkan sejumlah perusahaan besar yang menjadi bagian dari hubungan ekonomi Indonesia-Tiongkok, seperti Huawei, BYD, Wuling, Hisense, Gree, Xiamen Air, TransNusa, PT ZHC Aladin International, serta MOTU Indonesia.
Bagi MOTU Indonesia, partisipasi dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan inovasi kendaraan dan sepeda listrik sekaligus memperluas komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan dari sektor pemerintah maupun industri.
Asisten General Manager sekaligus Direktur Branding MOTU Indonesia, Imam Muttaqin, mengatakan pihaknya mengapresiasi kesempatan yang diberikan untuk berpartisipasi dalam forum berskala nasional dan internasional tersebut.
"Secara tidak langsung ini menunjukkan bahwa MOTU Indonesia mampu bersinergi dengan pemerintah. Kami akan terus berkomitmen untuk tumbuh bersama Indonesia serta mendukung berbagai kebijakan pemerintah dalam pengembangan sepeda listrik dan transisi energi yang berkelanjutan," ujarnya kepada TIMES Indonesia, Sabtu (13/6/2026).

Menurut Imam, undangan yang diterima MOTU merupakan bentuk apresiasi terhadap perusahaan-perusahaan yang berinvestasi dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi Indonesia.
Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor kendaraan listrik, MOTU Indonesia terus berupaya mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional melalui inovasi produk, pengembangan jaringan usaha, peningkatan layanan, serta pemberdayaan tenaga kerja lokal.
Komitmen tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah yang tengah mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi transformasi energi dan pengurangan emisi karbon.
Sementara itu, Kepala Humas PT Motu Technology Group, I Nyoman Artana, menilai forum tersebut menjadi wadah penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor industri.
"Kehadiran jajaran kementerian, lembaga pemerintah, dan ratusan alumni KTLN dalam satu forum ini merupakan bukti nyata kuatnya hubungan bilateral Indonesia-Tiongkok. Forum ini menjadi ruang untuk menyelaraskan langkah antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan," kata Nyoman.
Ia menambahkan, forum semacam ini dapat mendorong pertukaran teknologi, pengembangan sumber daya manusia, serta memperluas kerja sama lintas sektor yang dibutuhkan dalam mendukung transformasi industri dan energi berkelanjutan.
Melalui partisipasinya dalam forum tersebut, MOTU Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan kendaraan listrik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


