Eks Kantor Desa di Kota Batu Bakal Disulap Jadi Mall UMKM
Pemerintah Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, berencana menyulap bekas kantor desa menjadi Mall UMKM dan galeri batik.
Batu – Pemerintah Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, berencana menyulap bekas Kantor Desa Beji di Jalan Ir Soekarno menjadi Mall UMKM dan galeri batik. Pemanfaatan aset desa tersebut dilakukan setelah seluruh pelayanan pemerintahan dipindahkan ke kantor desa baru di kawasan Jalan Sawahan Bawah.
Kepala Desa Beji, Deny Cahyono, mengatakan bangunan eks kantor desa yang memiliki luas sekitar 900 meter persegi itu dinilai sangat representatif untuk menjadi pusat pengembangan dan pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) milik warga.
"Kantor desa yang lama nantinya akan kami jadikan Mall UMKM sekaligus galeri batik. Lokasinya sangat strategis di Jalan Ir Soekarno sehingga mudah dijangkau masyarakat maupun wisatawan," katanya, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, selama ini sejumlah produk unggulan Desa Beji masih dipasarkan secara terpisah di rumah-rumah warga yang difungsikan sebagai galeri. Dengan adanya Mall UMKM, seluruh produk akan dipusatkan dalam satu lokasi sehingga lebih efektif sebagai sarana promosi dan penjualan.
"Berbagai produk yang akan dipasarkan antara lain kerajinan peralatan dapur, aneka olahan tempe, hingga Batik Tempe Beji atau Bateji yang menjadi salah satu identitas desa," urainya.
Saat ini terdapat delapan pelaku usaha yang bergerak di bidang olahan tempe, sementara pengembangan batik dilakukan oleh pegiat di masing-masing RW melalui pembinaan dan pelatihan dari pemerintah desa.
"Selama ini galeri masih tersebar di rumah warga. Nanti semuanya bisa terpusat sehingga lebih mudah dipromosikan dan menjadi daya tarik bagi pengunjung," ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah desa juga telah memberikan berbagai pelatihan kepada masyarakat khususnya pengrajin batik, mulai dari batik cap, batik tulis hingga batik print.
"Peralatan pendukung produksi pun telah dianggarkan melalui dana desa sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM lokal beberapa waktu lalu," tegasnya.
Ia berharap keberadaan Mall UMKM tidak hanya menjadi etalase produk warga Desa Beji, tetapi juga mampu membuka peluang kolaborasi dengan pelaku UMKM dari wilayah lain sehingga dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan memperluas pasar produk lokal.
"Kami ingin tempat ini tidak hanya menampilkan produk Desa Beji, tetapi juga bisa berkolaborasi dengan UMKM lainnya agar semakin ramai dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar," jelasnya.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, pemerintah desa tidak akan melakukan perubahan besar pada bangunan eks kantor desa. Renovasi yang dilakukan hanya bersifat ringan dengan menambah rak dan area display produk.
"Beberapa penyesuaian lain juga akan dilakukan, termasuk pembongkaran pagar kantor agar kawasan tersebut lebih terbuka dan menarik bagi pengunjung," tegasnya.
Renovasi ditargetkan mulai dikerjakan setelah Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2026 disahkan. Jika berjalan sesuai rencana, Mall UMKM dan galeri batik Desa Beji diproyeksikan mulai beroperasi pada awal tahun 2027.
Deny menambahkan, UMKM yang nantinya dapat mengisi area tersebut harus merupakan pelaku usaha binaan desa melalui PKK maupun Karang Taruna. Selain itu, produk yang dipasarkan wajib memenuhi persyaratan legalitas seperti PIRT, sertifikasi halal, dan ketentuan kesehatan lainnya.
"Kami terus menggali potensi yang ada di masyarakat. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan ekonomi desa dan menambah pendapatan warga melalui produk-produk unggulan yang memiliki daya saing," tuturnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


