Kejar Data Akurat, 183 Petugas Sensus Ekonomi di Kota Batu Mulai Bergerak
Sebanyak 183 petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 diterjunkan untuk melakukan pendataan berbagai aktivitas usaha di Kota Batu.
Batu – Sebanyak 183 petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 diterjunkan untuk melakukan pendataan berbagai aktivitas usaha di Kota Batu. Pelepasan petugas dilakukan langsung oleh Wali Kota Batu, Nurochman, di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Senin (15/6/2026).
Para petugas yang seluruhnya berasal dari Kota Batu tersebut sebelumnya telah mendapatkan pelatihan dan pembekalan dari Badan Pusat Statistik (BPS) agar mampu menjalankan proses pendataan secara profesional dan sesuai standar yang ditetapkan. Sensus Ekonomi menjadi instrumen penting dalam menghasilkan data yang valid untuk mendukung perencanaan pembangunan daerah.
Wali Kota Batu Nurochman mengatakan, Kota Batu yang memiliki kekuatan pada sektor pariwisata, perdagangan, jasa, ekonomi kreatif, dan UMKM membutuhkan basis data yang akurat agar program pembangunan dapat berjalan efektif.
"Kita membutuhkan data yang akurat dan mutakhir untuk mengetahui perkembangan usaha masyarakat, mengidentifikasi potensi yang perlu diperkuat, sekaligus menemukan berbagai tantangan yang harus segera diselesaikan," kata dia.
Ia menjelaskan, hasil pendataan nantinya tidak hanya menjadi gambaran kondisi dunia usaha di Kota Batu, tetapi juga menjadi pijakan dalam merumuskan berbagai kebijakan strategis, mulai dari penguatan UMKM hingga peningkatan investasi daerah.
"Data yang dihasilkan dari sensus ini akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan, mendorong pertumbuhan investasi, memperkuat pemberdayaan UMKM, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Karena itu, Cak Nur sapaanya meminta seluruh petugas sensus menjaga integritas dan ketelitian selama menjalankan tugas di lapangan. Ia menekankan kualitas data yang dikumpulkan harus dapat dipertanggungjawabkan karena akan menjadi referensi penting bagi pemerintah dalam mengambil keputusan pembangunan.
"Selain petugas, saya mengajak pelaku usaha dan masyarakat untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan informasi yang benar, lengkap, dan terbuka saat proses pendataan berlangsung," tambahnya.
Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan oleh BPS bertujuan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai aktivitas usaha nonpertanian.
"Melalui pendataan tersebut, kami berharap tersedia data yang semakin berkualitas sehingga pembangunan dapat dirancang lebih terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tuturnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


