Advertisement
Ekonomi

Harga Anjlok dan Pakan Melambung, Peternak Ayam Broiler di Kota Banjar Menjerit Rugi

Pengelola peternakan ayam broiler mengungkapkan bahwa harga jual saat ini bahkan tidak mampu menutup modal awal produksi.

TIMES Indonesia,
Harga Anjlok dan Pakan Melambung, Peternak Ayam Broiler di Kota Banjar Menjerit Rugi
Pengelola peternakan ayam broiler menghadapi situasi sulit akibat harga jual anjlok. (Foto: Susi/TIMES Indonesia)
A-AA+

BANJAR Kelompok peternak ayam pedaging atau broiler di Kota Banjar, Jawa Barat, kini tengah menghadapi situasi sulit.

Pasalnya, harga jual ayam hidup di tingkat peternak (kandang) mengalami penurunan drastis, sementara biaya operasional, terutama harga pakan, justru terus merangkak naik.

Advertisement

Kondisi pelik ini salah satunya dirasakan oleh peternak di Dusun Sukamaju, Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar.

Saat ini, harga ayam broiler hidup di kandang jatuh ke kisaran Rp17.000 hingga Rp18.000 per kilogram. ​Nilai tersebut meluncur jauh di bawah target ideal.

Jika merujuk pada Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 6 Tahun 2024, Harga Acuan Pembelian (HAP) ayam di tingkat produsen atau peternak seharusnya berada di angka Rp25.000 per kilogram.

Biaya Operasional Tak Tertutup

​Pengelola peternakan ayam broiler setempat, Ade, mengungkapkan bahwa harga jual saat ini bahkan tidak mampu menutup modal awal produksi.

Mengingat, biaya operasional peternakan sendiri sudah menyentuh angka kisaran Rp18.000 per kilogram.

Advertisement

​“Harga sekarang di kisaran Rp17-18 ribu, enggak bisa buat menutup biaya operasional,” keluh Ade saat ditemui pada Senin (15/6/2026).

Menurut Ade, agar peternak bisa bernapas lega dan mendapatkan keuntungan yang adil, harga ideal di tingkat peternak setidaknya berada di angka Rp22.000 per kilogram.

​“Biar peternak juga enggak merugi ya sekitar Rp22 ribu. Kalau misalkan di bawah Rp20 ribu sudah enggak dapat apa-apa,” tambahnya.

Terjepit Lonjakan Harga Pakan

​Faktor utama yang membuat peternak kian tertekan adalah harga pakan yang mengalami tren kenaikan setiap bulan.

Saat ini, harga pakan ayam broiler untuk sistem kemitraan telah menyentuh Rp9.800 per kilogram, alias naik sebesar Rp1.000 dari harga sebelumnya.

​“Sebelumnya kurang dari Rp9.000, lalu naik terus setiap bulan sekarang jadi Rp9.800. Itu juga untuk kuota pembelian banyak (kemitraan), kalau yang eceran ya bisa sampai Rp12 ribu,” beber Ade.

Ia berharap ada intervensi atau penyesuaian pasar agar harga ayam di tingkat peternak ikut terangkat naik demi mengimbangi biaya produksi yang membengkak.

​“Harga pakan kan naik. Ya diusahakan harga di tingkat pasar juga naik biar seimbang. Kalau harga terus turun kan kasihan peternak, berat di biaya operasionalnya,” harapnya.

Data Penurunan Harga di Pasar

​Kondisi lesunya harga di tingkat peternak ini selaras dengan tren penurunan harga yang tercatat di tingkat konsumen atau pasar tradisional di Kota Banjar.

Penurunan harga di pasar hilir ini ditengarai menjadi pemicu terseret turunnya harga beli di tingkat hulu (peternak), yang akhirnya memaksa para peternak lokal menanggung kerugian finansial. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Sussie
PenulisSussieSarjana Ilmu Politik Stisip Bina Putera Kota Banjar (2011). Bergabung di Times Indonesia sejak 2021. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan hospitality.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia