Bitcoin Melonjak Usai AS-Iran Berdamai, Pasar Kripto Kembali Bergairah
Bitcoin menembus 65.900 dolar AS setelah ketegangan AS-Iran mereda. Sentimen positif global mendorong penguatan pasar kripto, meski investor masih mencermati ETF dan likuiditas.
JAKARTA – Pasar kripto kembali menunjukkan penguatan setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah mereda menyusul tercapainya kesepakatan awal antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kesepakatan tersebut turut membuka kembali akses pelayaran melalui Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.
Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, mengatakan membaiknya sentimen global membuat investor mulai kembali melirik aset berisiko tinggi setelah beberapa pekan pasar dibayangi kekhawatiran akibat konflik geopolitik. Kondisi ini mendorong arus modal kembali masuk ke pasar kripto.
Menurut Aloysia, pemulihan kepercayaan investor terlihat dari lonjakan harga Bitcoin yang sempat menembus level 65.900 dolar AS pada Senin (15/6). Meredanya ketidakpastian global menjadi katalis positif bagi aset kripto yang selama ini sangat sensitif terhadap perubahan sentimen pasar.
“Pasar kripto saat ini merespons membaiknya sentimen global setelah ketidakpastian geopolitik mulai mereda. Ketika risiko global menurun, investor cenderung kembali meningkatkan eksposur terhadap aset dengan volatilitas tinggi, termasuk Bitcoin dan aset kripto lainnya. Hal tersebut yang saat ini turut mendorong pemulihan harga di pasar,” ujarnya.
Berdasarkan data CoinMarketCap pada Senin (15/6), Bitcoin diperdagangkan di kisaran 63.900 - 65.900 dolar AS, atau naik sekitar 2 persen dalam 24 jam terakhir.
Penguatan tersebut juga menempatkan Bitcoin hampir 8 persen di atas level terendah pekan lalu yang sempat berada di bawah 60.900 dolar AS.
Menurut dia, selain Bitcoin, mayoritas aset kripto utama juga mencatatkan penguatan, seperti Ethereum naik sekitar 5,1 persen ke level 1.758 dolar AS, Solana menguat 6,6 persen menjadi 72,6 dolar AS.
Sementara XRP bertambah 7,1 persen ke 1,2 dolar AS. Di antara aset kripto berkapitalisasi besar, Hyperliquid (HYPE) menjadi salah satu aset dengan kenaikan tertinggi setelah menguat sekitar 11,6 persen ke level 67,8 dolar AS.
Penguatan pasar kripto terjadi seiring membaiknya sentimen risiko global. Setelah kesepakatan AS-Iran diumumkan, harga minyak mentah Brent terkoreksi lebih dari 4 persen menuju kisaran 83 dolar AS per barel karena pasar mulai mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya membebani prospek ekonomi global.
Pada saat yang sama, tambahnya, pasar saham Asia menguat, kontrak berjangka indeks saham AS bergerak positif, dan tekanan terhadap dolar AS mulai mereda.
Di tengah sentimen pasar yang mulai membaik, Aloysia mengingatkan bahwa keberlanjutan tren positif ini masih bergantung pada faktor yang akan menentukan apakah penguatan Bitcoin dapat berlanjut dalam waktu dekat.
Meredanya ketegangan geopolitik tentu menjadi perkembangan yang positif bagi pasar, lanjutnya, namun, investor masih perlu mencermati berbagai faktor lain, termasuk arus dana institusional melalui ETF Bitcoin spot, perkembangan regulasi, kebijakan moneter global, minat investor, serta kondisi likuiditas global.
Oleh karena itu, kami melihat penting bagi investor untuk tetap memperhatikan perkembangan pasar secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada satu sentimen tertentu,” ujar Aloysia.
Salah satu indikator yang akan menjadi perhatian pasar adalah pergerakan atau arus dana pada ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat. Dalam sepekan terakhir, instrumen tersebut mencatatkan outflow 1,72 miliar dolar AS yang menunjukkan bahwa sebagian investor institusional masih bersikap hati-hati terhadap aset dengan karakteristik volatil.
Menurut dia, selain sentimen geopolitik, pasar juga masih mencermati sejumlah faktor fundamental yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan Bitcoin dalam beberapa waktu ke depan, salah satunya adalah minat investor institusional yang tercermin dari arus dana pada ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


