Populasi Unggas di Kabupaten Malang Tembus 26,4 Juta Ekor pada 2025
Kabupaten Malang menjadi salah satu sentra peternakan terbesar di Jawa Timur. Pada 2025, populasi ternak unggas di Kabupaten Malang mencapai 26.424.487 ekor.
Malang – Kabupaten Malang menjadi salah satu sentra peternakan terbesar di Jawa Timur. Data terbaru tahun 2025 menunjukkan populasi ternak unggas di Kabupaten Malang mencapai 26.424.487 ekor, jauh melampaui populasi ternak kecil seperti kambing maupun ternak besar seperti sapi.
Data tersebut tercantum dalam publikasi statistik Kabupaten Malang 2026 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang.
Kepala BPS Kabupaten Malang, Erny Fatma Setyoharini, mengatakan sektor peternakan masih menjadi salah satu penopang penting perekonomian daerah. Dominasi populasi unggas menunjukkan bahwa Kabupaten Malang memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Data menunjukkan bahwa sektor peternakan di Kabupaten Malang memiliki potensi yang sangat besar dan beragam. Populasi unggas masih mendominasi, sementara ternak kecil dan ternak besar juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.
"Populasi ternak unggas mencapai 26.424.487 ekor. Jumlah ini menempatkan unggas sebagai komoditas peternakan terbesar di Kabupaten Malang," ungkapnya.
Sementara itu, populasi ternak kecil tercatat sebanyak 437.127 ekor, dengan komoditas kambing menjadi yang paling dominan. Adapun populasi ternak besar mencapai 166.757 ekor yang sebagian besar terdiri dari sapi potong.
Erny menjelaskan, besarnya populasi ternak tersebut menunjukkan bahwa Kabupaten Malang memiliki karakter wilayah yang mendukung pengembangan berbagai jenis usaha peternakan, mulai dari unggas hingga sapi perah.
"Keberagaman komoditas peternakan ini menjadi kekuatan Kabupaten Malang," katanya.
Tak hanya dari sisi jumlah, persebaran populasi ternak di Kabupaten Malang juga menunjukkan keunggulan masing-masing wilayah.
Untuk kategori sapi perah, Kecamatan Pujon menjadi daerah dengan populasi terbesar. Pada tahun 2025, jumlah sapi perah di wilayah tersebut mencapai 25.490 ekor.
Angka itu menjadikan Pujon sebagai salah satu sentra susu terbesar di Jawa Timur yang selama ini menjadi pemasok bahan baku bagi berbagai industri pengolahan susu.
Sedangkan untuk sapi potong, Kecamatan Gedangan menempati posisi teratas dengan populasi mencapai 15.897 ekor.
Di sisi lain, populasi kerbau terbesar berada di Kecamatan Ampelgading dengan jumlah 90 ekor. Sementara untuk ternak kuda, Kecamatan Ngajum dan Kecamatan Poncokusumo tercatat memiliki populasi tertinggi, masing-masing sebanyak 26 ekor.
Erny menuturkan bahwa data statistik peternakan tidak hanya menggambarkan kondisi saat ini, tetapi juga menjadi pijakan penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan.
"Data statistik yang akurat sangat diperlukan untuk melihat potensi wilayah sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan, termasuk pada sektor peternakan yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Kabupaten Malang," ujarnya.
Ia berharap, data tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh berbagai pihak, baik pemerintah, akademisi, maupun pelaku usaha, untuk mendorong pengembangan sektor peternakan yang lebih maju dan berdaya saing. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


