Advertisement
Ekonomi

Dongkrak Ekonomi Lokal, Pemkot Banjar dan Bank BJB Salurkan CSR Rp336 Juta untuk 43 Lembaga

Bank BJB Banjar dan Pemkot Banjar menyalurkan CSR Seri A 2025 senilai Rp336,6 juta kepada 43 lembaga, sekaligus memperkuat sinergi pembangunan dan pemberdayaan ekonomi daerah.

TIMES Indonesia,
Dongkrak Ekonomi Lokal, Pemkot Banjar dan Bank BJB Salurkan CSR Rp336 Juta untuk 43 Lembaga
Salurkan CSR Ratusan Juta, Wali Kota Banjar Ancam Blacklist Penerima yang Tak Tertib LPJ. (Foto: Susi/Times Indonesia)
A-AA+

BANJAR Bank BJB Cabang Banjar dan Pemkot Banjar secara simbolis menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) Seri A tahun anggaran 2025 di Pendopo, Rabu (17/6/2026).

Prosesi ini menegaskan komitmen kuat kedua belah pihak dalam mempercepat pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi yang transparan dan akuntabel.

Advertisement

Penyerahan bantuan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono, didampingi Wakil Wali Kota Banjar, Dr. H. Supriana, M.Pd., serta dihadiri jajaran staf ahli, asisten sekretaris daerah, para kepala OPD terkait, Pemimpin Cabang Bank BJB Banjar, Eddy Sonagar, dan puluhan lembaga penerima manfaat.

Sinergi Program dan Raihan Prestasi Jawa Barat

Dalam sambutannya, Wali Kota Banjar Sudarsono mengungkapkan rasa syukur atas realisasi CSR tahun buku 2025.

Total dana yang disalurkan mencapai Rp336.670.949, yang didistribusikan kepada 43 lembaga atau kelompok penerima manfaat dengan nilai stimulan bervariasi antara Rp2 juta hingga Rp50 juta per kelompok.

Momentum ini terasa kian istimewa karena Kota Banjar baru saja menorehkan prestasi gemilang di tingkat regional.

Advertisement

“Kami menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas diraihnya penghargaan oleh Kota Banjar sebagai salah satu Sekretariat CSR Kabupaten/Kota Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2026,” ujar Wali Kota.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung di Forum CSR Jawa Barat pada Kamis (11/6/2026), bertempat di Bappeda Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung.

Menurut Wali Kota, prestasi ini menjadi bukti nyata transparansi dan kemitraan yang solid antara pemkot dan dunia usaha.

Skema Alokasi, Pengawasan Ketat, dan Skala Prioritas

Menjawab mekanisme penyelarasan dana, Wali Kota menjelaskan bahwa Pemkot Banjar menggunakan sistem berbasis usulan masyarakat (bottom-up) yang masuk sejak tahun 2024 untuk direalisasikan pada tahun 2025. Sektor yang disentuh pun sangat beragam dan tidak terpaku pada satu bidang saja.

Dana CSR dialokasikan secara proporsional menyasar sektor Infrastruktur lokal dan fasilitas publik, pemberdayaan UMKM dan stimulasi usaha mikro, kegiatan pemuda, olahraga, dan sosial keagamaan.

Demi menjaga amanah dan transparansi, Pemkot Banjar mewajibkan seluruh penerima manfaat tertib administrasi dengan menyerahkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) tepat waktu.

“Jika ke depan ada laporan yang tidak sesuai atau tidak dapat dipertanggungjawabkan, kelompok tersebut akan langsung kami blacklist dari daftar penerima bantuan di masa mendatang,” tegas Sudarsono.

Ia menambahkan, bagi ajuan masyarakat yang belum terakomodasi oleh CSR BJB, Pemkot siap mengintegrasikan solusinya melalui jaringan pengaman lain seperti Baznas atau Bagian Kesra Setda.

Komitmen Bank BJB dan Proyeksi Ekonomi ke Depan

Untuk alokasi anggaran tahun berikutnya (2026), Pemimpin Cabang Bank BJB Banjar, Eddy Sonagar, mengonfirmasi adanya penyesuaian nilai sesuai perhitungan dari kantor pusat menjadi sekitar Rp260 juta.

Penurunan ini bersifat fluktuatif mengikuti formula kontribusi saham Seri A di tingkat pusat, namun dipastikan seleksinya akan semakin diperketat secara kualitas bersama Bappeda agar tetap berdampak luas.

“CSR ini dihitung berdasarkan kinerja Bank BJB. Jika performa bank makin baik berkat dukungan nasabah dan Pemkot Banjar, tentu feedback CSR ke masyarakat akan semakin besar. Ini adalah siklus kontribusi timbal balik,” terang Eddy Sonagar.

Terkait potensi lokal, Eddy menyoroti melimpahnya produk potensial khas Banjar, seperti Sale Pisang, kerajinan tangan, hingga alat musik tradisional Angklung. Tantangan utamanya terletak pada akses pasar dan pengemasan produk akhir (end product).

“Potensi ekonomi Kota Banjar sangat besar. Tugas BJB ke depan bersama Pemkot adalah membantu display produk dan membuka akses pasar luar, sehingga produk-produk ini memiliki identitas yang kuat sebagai ikon khas Kota Banjar,” tambahnya.

Melangkah ke depan, Bank BJB berkomitmen meningkatkan stimulus modal melalui penyaluran kredit UMKM serta mengakselerasi transformasi digitalisasi keuangan di lingkungan ASN dan pelaku usaha demi kemandirian ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Pesan Bersama untuk Masyarakat Banjar

Menutup kegiatan, Pemerintah Kota Banjar dan Bank BJB menitipkan pesan senada kepada seluruh masyarakat dan lembaga penerima manfaat.

Bantuan yang diterima hari ini bukan sekadar bantuan seremonial, melainkan modal stimulan untuk membangun kemandirian. Masyarakat diajak untuk menjaga, memelihara, dan memanfaatkan fasilitas atau bantuan modal yang diberikan sebaik-baiknya agar roda perekonomian Banjar terus bergerak maju secara berkelanjutan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Sussie
PenulisSussieSarjana Ilmu Politik Stisip Bina Putera Kota Banjar (2011). Bergabung di Times Indonesia sejak 2021. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan hospitality.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia