Advertisement
Ekonomi

Apple Bakal Naikkan Harga Produk, Tim Cook Sebut Tak Terhindarkan

Apple berencana menaikkan harga produknya akibat lonjakan biaya chip memori dan penyimpanan yang dipicu tingginya permintaan industri AI, kata CEO Tim Cook.

TIMES Indonesia,
Apple Bakal Naikkan Harga Produk, Tim Cook Sebut Tak Terhindarkan
Apple akan menaikkan harga produk seiring kenaikan harga chip memori.
A-AA+

JAKARTA Apple berencana menaikkan harga sejumlah produknya akibat lonjakan biaya chip memori dan penyimpanan yang semakin membebani perusahaan.

Pernyataan tersebut disampaikan CEO Apple, Tim Cook, dalam wawancara dengan The Wall Street Journal. 

Advertisement

Cook mengatakan Apple selama ini berupaya menyerap kenaikan biaya dari pemasok agar tidak dibebankan kepada konsumen. Namun, menurutnya, kondisi tersebut kini sudah tidak berkelanjutan.

"Sayangnya, kenaikan harga tidak dapat dihindari. Kami telah berusaha meredam lonjakan biaya yang dibebankan kepada kami dan melindungi pelanggan dari kenaikan tersebut, tetapi situasinya telah menjadi tidak berkelanjutan." 

Meski demikian, Apple belum mengungkap produk mana yang akan mengalami kenaikan harga maupun kapan kebijakan tersebut mulai diberlakukan. Perusahaan diperkirakan akan meluncurkan seri iPhone 18 serta ponsel lipat pertamanya pada September 2026. 

Krisis pasokan memori global menjadi penyebab utama. Permintaan besar dari industri kecerdasan buatan (AI) terhadap chip DRAM dan NAND untuk pusat data membuat pasokan bagi perangkat konsumen semakin terbatas, sementara harga komponen terus meningkat. Kondisi ini memaksa produsen elektronik bersaing mendapatkan pasokan yang semakin langka.

Cook sebelumnya telah memperingatkan investor bahwa biaya memori akan memberikan dampak yang semakin besar terhadap bisnis Apple sepanjang 2026. Sejumlah analis memperkirakan produk seperti Mac dan iPad berpotensi mengalami kenaikan harga lebih dahulu, sementara harga iPhone generasi berikutnya juga berisiko naik jika tekanan biaya berlanjut. 

Advertisement

Apple bukan satu-satunya perusahaan teknologi yang terdampak krisis chip memori. Dalam beberapa waktu terakhir, perusahaan seperti Microsoft dan Sony juga telah menaikkan harga sejumlah produk mereka akibat tekanan biaya komponen dan rantai pasok. (*)

 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wahyu Nurdiyanto
PenulisWahyu NurdiyantoWartawan Sertifikasi Madya, lulusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 sebagai editor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia