Advertisement
Ekonomi

DPRD Nilai Kinerja BTT Probolinggo Positif Meski Rugi Rp750 Juta

Komisi II DPRD Kota Probolinggo menilai Badan Transfusi dan Transportasi (BTT) Perseroda, perusahaan daerah yang baru beroperasi sekitar enam bulan itu, menunjukkan perkembangan positif.

TIMES Indonesia,
DPRD Nilai Kinerja BTT Probolinggo Positif Meski Rugi Rp750 Juta
Sidak Komisi II DPRD Kota Probolinggo Ke PT BTT. (FOTO: Sri Hartini/TIMES Indonesia)
A-AA+

PROBOLINGGO Komisi II DPRD Kota Probolinggo menilai Bahari Tanjung Tembaga Persero (BTTP) Perseroda, perusahaan daerah yang baru beroperasi sekitar enam bulan itu, menunjukkan perkembangan positif, meskipun laporan keuangan mencatat kerugian berjalan sekitar Rp750 juta.

Pihak legislatif optimistis pada awal 2027, BTT bisa menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hampir Rp200 juta.

Advertisement

Ketua Komisi II DPRD menyampaikan bahwa monitoring dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap penyertaan modal yang telah diberikan Pemkot melalui Perda senilai Rp 18,45 miliar.

Dari laporan yang diterima dewan, perkembangannya dinilai cukup baik dan sesuai ekspektasi. Hasil evaluasi ini akan menjadi bahan pertimbangan DPRD terkait skema pencairan penyertaan modal berikutnya, apakah akan dipercepat atau tetap bertahap sesuai perencanaan.

Dari total modal yang telah disalurkan, masih terdapat lebih dari Rp 2 miliar yang belum digunakan. Namun kondisi tersebut bukan karena minimnya aktivitas usaha, melainkan karena penggunaan anggaran harus mengikuti tahapan regulasi yang berlaku.

DPRD mendorong pemerintah kota agar mendukung percepatan pengembangan usaha BTT. Meskipun saat ini masih merugi Rp 750 juta, dewan menilai kondisi itu wajar mengingat usia operasional perusahaan yang masih sangat muda.

Anggota Komisi II menilai yang menarik adalah proyeksi pada awal 2027 BTT diperkirakan sudah bisa menyumbangkan PAD hampir Rp 200 juta. Menurut mereka, angka itu cukup bagus untuk perusahaan daerah yang baru berjalan. DPRD optimistis kinerja perusahaan akan semakin meningkat, terlebih manajemen yang saat ini menjalankan BTT dinilai bekerja secara profesional dan tidak terpengaruh kepentingan politik praktis.

Advertisement

Direktur BTT Perseroda Kota Probolinggo, Noviyadi menjelaskan bahwa operasional perusahaan baru berjalan penuh sejak Juni 2026. Sebelumnya, manajemen masih fokus menyelesaikan berbagai regulasi dan persiapan usaha.

Saat ini BTT memiliki lima unit kendaraan operasional, terdiri dari dua unit baru dan tiga unit bekas. Menurutnya, kerugian Rp 700 juta itu merupakan konsekuensi normal pada fase awal karena banyak melakukan pembelanjaan dan investasi. Beban operasional perusahaan relatif efisien dengan nilai sekitar Rp 68 juta per bulan yang mencakup gaji pegawai, listrik, air, internet, dan kebutuhan operasional lainnya.

Untuk pendapatan, BTT mulai mencatat pemasukan signifikan pada Juni 2026. Dari empat unit kendaraan yang telah beroperasi, perusahaan berhasil membukukan pendapatan sekitar Rp 80 juta dalam satu bulan.

Noviyadi optimistis target kontribusi PAD sebesar Rp 200 juta pada tahun pertama dapat tercapai. Nilai tersebut merupakan laba bersih setelah dikurangi pajak dan pembagian keuntungan kepada pemerintah daerah. Sumber pendapatan BTT berasal dari layanan transportasi yang dikelola perusahaan, pengelolaan publikasi, serta usaha penyediaan air bersih yang ditargetkan mulai menghasilkan pendapatan pada Agustus mendatang. Dengan berbagai sumber pendapatan tersebut, manajemen optimistis target PAD bisa tercapai sesuai proyeksi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Sri Hartini
PenulisSri HartiniBergabung di TIMES Indonesia sejak 2021. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, Pemerintahan, seni, budaya dan isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia