Perkuat mBatu SAE, Smart Integrated Farming Jadi Kunci Masa Depan Pertanian Kota Batu
Transformasi sektor pertanian menjadi salah satu fokus utama pembangunan Pemerintah Kota Batu dalam mewujudkan visi Mbatu SAE.
Batu – Transformasi sektor pertanian menjadi salah satu fokus utama pembangunan Pemerintah Kota Batu dalam mewujudkan visi Mbatu SAE (Madani, Berkelanjutan, Agamis, dan Ekologis).
Salah satu program yang kini terus diperkuat adalah Smart Integrated Farming (SIF), sebuah konsep pertanian modern yang menggabungkan teknologi, efisiensi produksi, pengelolaan lingkungan, hingga penguatan ekonomi petani dalam satu sistem yang terintegrasi.
Program tersebut tidak hanya difokuskan pada peningkatan hasil panen, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan ekosistem pertanian yang mampu menjawab berbagai tantangan, mulai dari alih fungsi lahan, perubahan iklim, regenerasi petani, hingga fluktuasi harga komoditas.
Dengan konsep ini, Kota Batu berupaya mempertahankan identitasnya sebagai daerah agropolitan sekaligus meningkatkan daya saing sektor pertanian di era digital.
Wali Kota Batu, Nurochman menegaskan bahwa pertanian tetap menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Kota Batu. Karena itu, modernisasi sektor pertanian menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda agar petani mampu berkembang dan bersaing di tengah perubahan zaman.

"Pertanian harus menjadi sektor yang menjanjikan bagi masyarakat. Melalui Smart Integrated Farming, kami ingin menciptakan pertanian yang produktif, efisien, ramah lingkungan, dan memberikan keuntungan yang lebih besar bagi petani," ujarnya, Senin (22/6/2026).
Konsep Smart Integrated Farming mengintegrasikan berbagai subsektor dalam satu kawasan. Tidak hanya tanaman hortikultura seperti apel, sayuran, dan buah-buahan yang menjadi komoditas unggulan Kota Batu, tetapi juga peternakan, perikanan, hingga pengelolaan limbah organik.
"Melalui sistem tersebut, hasil sampingan dari satu sektor dapat dimanfaatkan untuk mendukung sektor lainnya," bebernya.
Cak Nur sapaanya mencontohkan, limbah peternakan dapat diolah menjadi pupuk organik yang digunakan pada lahan pertanian. Sementara limbah tanaman dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau bahan baku kompos.
"Dengan pola seperti itu, biaya produksi dapat ditekan sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan. Penerapan teknologi juga menjadi salah satu pilar utama dalam pengembangan Smart Integrated Farming," ujarnya.
Pemanfaatan sensor digital, sistem pemantauan cuaca, irigasi cerdas, hingga pencatatan data produksi secara elektronik mulai diperkenalkan kepada kelompok tani. Teknologi tersebut membantu petani mengambil keputusan yang lebih tepat terkait waktu tanam, penggunaan pupuk, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman.
"Selain meningkatkan produktivitas, sistem digital juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani. Produk pertanian dapat dipasarkan melalui platform digital sehingga memperpendek rantai distribusi dan meningkatkan nilai jual hasil panen," tambahnya.
Di sisi lain, Pemkot Batu juga terus mendorong penguatan sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan dan pendampingan bagi petani. Langkah ini dilakukan agar transformasi pertanian modern tidak hanya berfokus pada teknologi.
"Tetapi juga pada peningkatan kapasitas pelaku pertanian sebagai aktor utama pembangunan," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Batu, Hendry Suseno menjelaskan bahwa pengembangan Smart Integrated Farming menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sektor pertanian di tengah perkembangan kawasan perkotaan dan pariwisata yang semakin pesat.
"Kota Batu memiliki potensi besar karena didukung kondisi geografis yang ideal untuk pengembangan pertanian hortikultura," ungkapnya.
Potensi tersebut perlu dijaga melalui sistem pengelolaan yang lebih modern dan terencana agar mampu memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.
"Smart Integrated Farming bukan hanya soal produksi pertanian yang meningkat, tetapi bagaimana membangun sistem yang berkelanjutan. Mulai dari pengelolaan lahan, pemanfaatan air, penggunaan pupuk, hingga pemasaran hasil panen harus saling terhubung dan memberikan nilai tambah," katanya.
Program tersebut juga memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Dengan sistem produksi yang lebih efisien dan terukur, ketersediaan pangan di Kota Batu diharapkan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan perubahan iklim maupun dinamika ekonomi global.
"Tak hanya itu, Smart Integrated Farming juga mendukung pengembangan ekonomi desa. Kehadiran kawasan pertanian modern berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, mendorong tumbuhnya usaha mikro berbasis pertanian, serta memperkuat sektor agrowisata yang selama ini menjadi salah satu daya tarik Kota Batu," tuturnya.
Beberapa desa yang memiliki potensi pertanian unggulan seperti Bulukerto, Tulungrejo, Sumber Brantas, Gunungsari, Punten hingga Bumiaji dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pengembangan pertanian terintegrasi.
Pengembangan Smart Integrated Farming juga sejalan dengan komitmen Pemkot Batu dalam menjaga kelestarian lingkungan. Penggunaan pupuk organik, pengurangan limbah, efisiensi penggunaan air, serta pemanfaatan energi terbarukan menjadi bagian dari konsep yang terus didorong dalam implementasi program tersebut.
"Melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, kelompok tani, dan masyarakat, Smart Integrated Farming diharapkan menjadi fondasi kuat pembangunan sektor pertanian Kota Batu ke depan," urainya.
Tidak hanya meningkatkan hasil produksi, tetapi juga menghadirkan kesejahteraan bagi petani, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta memperkuat posisi Kota Batu sebagai kota agropolitan modern yang selaras dengan semangat pembangunan Mbatu SAE.
"Dengan langkah tersebut, Kota Batu tidak hanya berupaya mempertahankan kejayaannya sebagai daerah penghasil komoditas pertanian unggulan, tetapi juga menyiapkan fondasi pertanian masa depan yang cerdas, terintegrasi, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah dalam jangka panjang," tuturnya. (ADV)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


