Advertisement
Ekonomi

IHSG Melemah di Awal Perdagangan, Investor Tunggu Penilaian MSCI dan Rating Utang Indonesia

IHSG dibuka melemah di tengah sikap wait and see investor terhadap penilaian MSCI, review peringkat utang Indonesia oleh S&P Global, serta dinamika kebijakan dan sentimen global.

TIMES Indonesia,
IHSG Melemah di Awal Perdagangan, Investor Tunggu Penilaian MSCI dan Rating Utang Indonesia
IHSG ditutup melemah ke level 6.094,94 pada perdagangan Kamis (21/5) terkoreksi 223,56 atau sebesar 3,54 persen. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/sgd
A-AA+

JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah pada perdagangan Selasa pagi di tengah sikap hati-hati investor yang masih menunggu dua agenda penting, yakni hasil peninjauan pasar saham Indonesia oleh MSCI serta evaluasi peringkat utang pemerintah oleh S&P Global.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG turun 20,19 poin atau 0,33 persen ke level 6.096,50. Sementara indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan ikut terkoreksi 2,01 poin atau 0,34 persen ke posisi 597,19.

Advertisement

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan pergerakan IHSG saat ini berada pada fase penentuan. Menurutnya, apabila indeks ditutup di bawah level 6.100, maka peluang penurunan menuju area psikologis 6.000 semakin terbuka.

Sebaliknya, jika IHSG mampu bertahan di atas level tersebut hingga penutupan perdagangan, konsolidasi diperkirakan masih akan berlangsung pada rentang 6.050 hingga 6.220.

Dari sentimen domestik, perhatian pasar tertuju pada pengumuman Annual Market Classification Review oleh MSCI yang dijadwalkan berlangsung Rabu (24/6). Hasil evaluasi tersebut dinilai penting karena akan menentukan apakah Indonesia tetap berada dalam kategori Emerging Market atau mengalami perubahan status menjadi Frontier Market.

Selain itu, pelaku pasar juga menantikan hasil kajian S&P Global yang dijadwalkan keluar pada akhir Juni 2026 terkait peringkat utang pemerintah Indonesia.

Di tengah penantian tersebut, investor juga mulai mencermati sejumlah perubahan dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Advertisement

Salah satu sorotan adalah ketentuan yang membuka peluang bagi Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, hingga Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menjadi pemegang saham Bursa Efek Indonesia.

Perubahan lain yang turut menjadi perhatian adalah ketentuan bahwa Bank Indonesia perlu memperoleh persetujuan DPR dalam penetapan anggaran tahunannya, termasuk anggaran operasional dan pelaksanaan kebijakan moneter.

Kondisi tersebut dinilai sebagian pelaku pasar dapat memunculkan kekhawatiran terhadap independensi bank sentral.

Dari eksternal, investor juga masih memantau perkembangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk meningkatnya ketegangan kawasan serta perkembangan dialog antara Amerika Serikat dan Iran.

Sementara itu, Bank Sentral China (PBoC) kembali mempertahankan suku bunga acuannya pada level terendah dalam 13 bulan terakhir. Kebijakan tersebut dipandang sebagai langkah kehati-hatian menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Pergerakan pasar global juga cenderung beragam. Bursa Eropa mayoritas menguat, sementara pasar saham Asia pada perdagangan pagi menunjukkan kecenderungan melemah.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Imadudin Muhammad
PenulisImadudin MuhammadBergabung di TIMES Indonesia sejak 2015, menulis soal Olahraga, Pariwisata, Tekno, hingga Event Internasional. Bagian tim Pemeriksa Fakta, memastikan berita tetap berita akurat, relevan, dan terpercaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia