Waspada Pinjol! Pakar Ekonomi Ingatkan Pentingnya Literasi Finansial
Maraknya kasus jebakan pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) ilegal menuntut masyarakat untuk membuka mata terhadap literasi keuangan di tengah arus teknologi yang cepat.
MALANG – Maraknya kasus jebakan pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) ilegal menuntut masyarakat untuk membuka mata terhadap literasi keuangan di tengah arus teknologi yang cepat. Hal tersebut disampaikan oleh pakar ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Idah Zuhroh, MM, dalam kegiatan kuliah tamu bertajuk “Transformasi Perbankan dan Fintech Syariah si Era Revolusi Industri 4.0”, (22/6/2026).
Menurutnya, kemudahan teknologi keuangan (fintech) saat ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Hal ini yang diterapkan oleh bank-bank pada zaman sekarang. Namun, hal yang tidak boleh luput adalah terkait keamanan nasabah, mulai dari tata kelola data nasabah, aturan hukum yang berlaku, hingga ancaman pihak tertentu yang memonopoli data digital.
“Teknologi digital saat ini membawa kebermanfaatan bagi masyarakat, tetapi hal itu bisa berbalik membawa kerusakan,” jelasnya.
Sementara itu, Asisten Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) 1 Kantor OJK Malang, Retno Heruwati menjelaskan bahwa negara berperan penting dalam mengawasi arus keuangan digital. Lanjutnya, pesatnya arus teknologi yang terjadi saat ini perlu diimbangi oleh edukasi masyarakat terkait literasi finansial.
“Publik harus cerdas, mereka harus mengetahui perbedaan mana layanan pendanaan dating yang berizin dan mana yang sekadar jebakan utang,” jelasnya.
Ia pun menegaskan bahwa jangan sampai masyarakat tertipu oleh iming-iming investasi bodong, pinjol ilegal, hingga yang paling parah terjebak dalam judol yang akan merusak tatanan ekonomi masyarakat. Oleh karenanya, edukasi dan pencerdasan mengenai finansial harus diperkuat.
Lebih lanjut, Retno menekankan bahwa canggihnya fintech saat ini bukan seberapa canggih teknologi tersebut diaplikasikan, tetapi seberapa kuat kontrol masyarakat melalui literasi finansial. Menurutnya, mudahnya mendapatkan kucuran dana di era sekarang membutuhkan kehati-hatian tingkat tinggi supaya publik tetap aman.
“Kemudahan mendapatkan kucuran dana zaman sekarang harus diimbangi dengan kehati-hatian tingkat tinggi,” pungkasnya.
Ia juga mengingatkan bagi generasi muda untuk lebih jeli dan tidak hanya cerdas sebagai penikmat layanan digital perbankan, tetapi lebih dari itu bisa menjadi agen edukasi yang aktif bagi masyakat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


