Advertisement
Ekonomi

Sasar UMKM hingga Hilirisasi, HIPMI Sidoarjo Paparkan Roadmap Ekonomi 2026–2030

BPC HIPMI Kabupaten Sidoarjo memaparkan Roadmap Sinergi Strategis 2026–2030 di depan Pemkab Sidoarjo, berfokus pada investasi, UMKM, dan hilirisasi.

TIMES Indonesia,
Sasar UMKM hingga Hilirisasi, HIPMI Sidoarjo Paparkan Roadmap Ekonomi 2026–2030
Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Sidoarjo bersama Bupati Sidoarjo, H Subandi (dok HIPMI Sidoarjo)
A-AA+

SIDOARJO Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Komitmen itu diwujudkan melalui penyusunan Roadmap Sinergi Strategis HIPMI Sidoarjo dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo Tahun 2026–2030 yang berfokus pada penguatan investasi, pengembangan UMKM, hilirisasi sektor unggulan, serta transformasi digital.

Roadmap tersebut dipaparkan dalam forum diskusi di Ruang Opsroom Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang dihadiri jajaran pemerintah daerah, pengurus HIPMI, dan pemangku kepentingan. Forum itu menjadi ruang sinkronisasi antara dunia usaha dan arah pembangunan ekonomi Kabupaten Sidoarjo lima tahun mendatang.

Advertisement

Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Sidoarjo, Muh. Zakaria Dimas Pratama, mengatakan bahwa roadmap tersebut bukan sekadar program organisasi, melainkan tawaran konsep pembangunan ekonomi yang disusun berdasarkan kondisi riil dan potensi daerah.

"HIPMI ingin hadir bukan hanya sebagai organisasi pengusaha, tetapi juga sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Roadmap ini kami susun berdasarkan data, potensi daerah, serta berbagai tantangan yang dihadapi saat ini. Tujuannya membangun ekosistem ekonomi yang saling terhubung, mulai dari penguatan sumber daya manusia, pengembangan UMKM, optimalisasi aset daerah, hingga hilirisasi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan," kata Zakaria Dimas, Rabu (24/6/2026).

Dimas—sapaan akrabnya—menjelaskan, meskipun pertumbuhan ekonomi Sidoarjo pada 2025 mencapai sekitar 5,63 persen, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebesar 5,75 persen, sedangkan angka kemiskinan berada di kisaran 4,40 persen.

Di sisi lain, sektor industri pengolahan menyumbang hampir 50 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sidoarjo. Namun, kontribusi besar sektor tersebut dinilai belum sepenuhnya dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) karena masih terbatasnya keterlibatan mereka dalam rantai pasok industri.

"Untuk menjawab tantangan tersebut, HIPMI menawarkan lima agenda strategis yang diharapkan dapat menjadi bagian dari arah pembangunan ekonomi Kabupaten Sidoarjo periode 2026–2030," jelasnya.

Advertisement

Agenda pertama adalah pembangunan talenta dan penciptaan wirausaha baru melalui pembentukan HIPMI Talent & Entrepreneur Center. Program ini difokuskan pada pengurangan pengangguran melalui job fair digital, penyediaan basis data tenaga kerja lokal, program magang bagi lulusan sekolah dan perguruan tinggi, hingga pelatihan kewirausahaan bagi generasi muda.

Agenda kedua adalah mendorong UMKM naik kelas melalui integrasi dengan sektor industri. HIPMI mengusulkan pembangunan basis data vendor UMKM, pembentukan klinik sertifikasi, serta pelaksanaan business matching secara berkala agar UMKM dapat masuk ke dalam rantai pasok industri besar.

"Selain itu, HIPMI juga mengusulkan optimalisasi aset daerah yang belum produktif menjadi pusat kegiatan ekonomi baru, seperti business hub, creative hub, sentra UMKM, gudang logistik, hingga rumah produksi bersama. Gagasan tersebut diperkuat dengan usulan pembentukan Sidoarjo Investment Forum sebagai wadah promosi investasi daerah," ungkap Dimas.

Salah satu fokus utama dalam roadmap tersebut adalah pengembangan hilirisasi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Menurut Zakaria, komoditas unggulan seperti udang dan bandeng harus didorong tidak hanya sebagai produk primer, tetapi juga sebagai bahan baku industri pengolahan yang mampu memberikan nilai tambah lebih besar bagi masyarakat.

"Kami melihat Perumda Aneka Usaha dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Produk-produk hasil olahan dapat dipasarkan melalui berbagai saluran yang terintegrasi. Jika ekosistem ini dibangun dengan baik, manfaatnya bukan hanya meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, pembudidaya ikan, dan UMKM, tetapi juga membuka sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru bagi Kabupaten Sidoarjo," kata Zakaria.

Agenda terakhir adalah percepatan transformasi digital dan ekonomi hijau melalui pembentukan HIPMI Digital Academy, pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), digital branding, e-commerce, data analytics, serta program usaha ramah lingkungan bagi pelaku usaha.

Bupati Sidoarjo, Subandi, mengapresiasi inisiatif HIPMI yang dinilai menghadirkan gagasan pembangunan ekonomi komprehensif dan sejalan dengan arah pembangunan daerah.

"Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengapresiasi langkah HIPMI yang menghadirkan gagasan pembangunan ekonomi berbasis kolaborasi. Banyak program yang disampaikan sejalan dengan prioritas pembangunan daerah, terutama dalam penguatan UMKM, peningkatan investasi, optimalisasi aset daerah, serta pengembangan potensi unggulan Kabupaten Sidoarjo," ujar Subandi.

Menurut dia, pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dan dunia usaha.

"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan HIPMI menjadi penting karena dunia usaha memiliki pengalaman, jejaring, dan inovasi yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi. Kami berharap komunikasi dan kolaborasi seperti ini terus berlanjut agar berbagai gagasan yang baik dapat diwujudkan menjadi program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Subandi.

Subandi juga menilai penguatan hilirisasi produk lokal melalui peran Perumda Aneka Usaha merupakan langkah strategis yang layak dikembangkan.

"Potensi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan di Kabupaten Sidoarjo sangat besar dan dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru apabila dikelola secara terintegrasi," pungkas Subandi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rudi Mulya
PenulisRudi MulyaSarjana Ilmu Sosial (S.Sos) Universitas Dr. Soetomo, Surabaya. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016. Fotografer dan Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, Pemerintahan, Pendidikan, Seni, Budaya dan Isu Nasional
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia