PP Presisi Lepas Aset Rp1,6 Triliun demi Perkuat Keuangan dan Ekspansi Bisnis
PP Presisi melepas seluruh saham PT Lancarjaya Mandiri Abadi senilai Rp1,6 triliun untuk memperkuat keuangan, meningkatkan likuiditas, dan mendukung ekspansi bisnis berkelanjutan.
JAKARTA – Jakarta – PT PP Presisi Tbk (PPRE), BUMN yang bergerak di sektor konstruksi, resmi melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA) kepada PT Lancarjaya Investama Abadi. Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Independen dengan nilai transaksi mencapai Rp1,6 triliun.
Divestasi ini merupakan langkah strategis perseroan untuk memperkuat struktur keuangan melalui pemenuhan kewajiban kepada kreditur, menurunkan beban bunga, meningkatkan likuiditas, serta memperkuat modal kerja guna mendukung operasional dan pengembangan usaha di masa mendatang.
Direktur Utama PPRE, Rizki Dianugrah, mengatakan aksi korporasi tersebut juga sejalan dengan program Penataan dan Pengelolaan Anak Perusahaan BUMN.
"Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan portofolio bisnis sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham," ujar Rizki Dianugrah dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Rizki mengatakan berbagai langkah strategis perseroan merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan untuk menciptakan struktur bisnis yang lebih kuat dan adaptif terhadap perubahan pasar.
"Kami terus berfokus pada penguatan fundamental, optimalisasi portofolio bisnis, serta peningkatan efisiensi operasional guna menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Rizki.
Perseroan juga menggelar RUPSLB Tahun 2026, yang menyetujui perubahan susunan dewan direksi dan dewan komisaris, sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan kepemimpinan perusahaan.
Susunan dewan komisaris dan direksi PP Presisi hasil RUPSLB Tahun 2026, diantaranya ;
Dewan Komisaris
Komisaris Utama/Komisaris Independen : Narwanto
Komisaris : Maulana Malik Ibrahim
Komisaris : Albert Simangunsong
Dewan Direksi
Direktur Utama : Rizki Dianugrah
Direktur Keuangan & Human Capital Management : Ramlan Nurdiansah
Direktur Operasi : Yovi Hendra
Tahun buku 2025, PP Presisi mencatatkan pendapatan konsolidasi senilai Rp3,9 triliun, atau tumbuh 4 persen year on year (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp3,8 triliun.
Pada periode sama, perseroan juga mencatatkan rasio likuiditas (Current Ratio) sebesar 1,15 kali, atau tetap berada di atas batas covenant perbankan sebesar 1,1 kali.
Sementara itu, rasio utang berbunga terhadap ekuitas (Interest Bearing Debt to Equity Ratio) berada pada level 0,86 kali, yang juga di bawah batas covenant.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


