Advertisement
Ekonomi

Bupati Malang Akui Banyak Penipuan Online Catut Namanya untuk Pinjam Uang

Bupati Malang HM Sanusi mengungkapkan penipuan secara online masih kerap terjadi. Beberapa bahkan mengatasnamakan dirinya untuk meminta uang ke masyarakat.

TIMES Indonesia,
Bupati Malang Akui Banyak Penipuan Online Catut Namanya untuk Pinjam Uang
Bupati Malang HM Sanusi dalam acara Sosialisasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Kabupaten Malang di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Selasa (30/6/2026). (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Bupati Malang HM Sanusi mengungkapkan penipuan secara online masih kerap terjadi. Dia menyebut, beberapa bahkan mengatasnamakan dirinya untuk meminta uang kepada masyarakat. Pelaku disebut menggunakan foto Bupati Malang sebagai profil akun atau nomor telepon guna meyakinkan calon korban. 

Hal tersebut disampaikan Sanusi saat memberikan sambutan dalam Sosialisasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Kabupaten Malang di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Selasa (30/6/2026).

Di hadapan ratusan guru dan pelajar, Sanusi mengaku telah menerima banyak laporan dari rekan-rekannya yang menjadi korban modus penipuan tersebut.

"Itu banyak teman-teman saya kena juga penipuan lewat online itu. Jadi mengatasnamakan Bupati. Ya nomernya orang lain, pakai fotonya Bupati, terus bilang 'Saya ada di Jakarta, butuh pulang, kehabisan duit, bisa ditransfer 5 juta."

Menurut Sanusi, modus tersebut tidak masuk akal karena seorang kepala daerah tidak mungkin meminjam uang kepada masyarakat melalui pesan di telepon seluler.

"Itu teman saya banyak kena, yang seperti itu. Ada yang mengatasnamakan Bupati. Nah itu tidak logis, masak Bupati minjam duit," kata dia.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak menanggapi pesan maupun panggilan yang mengatasnamakan pejabat atau pihak tertentu dengan tujuan meminta uang.

"Jadi kalau ada yang seperti itu, tidak usah dijawab. Jadi pinjam duit yang melalui, atau minta bantuan melalui HP. Tidak usah dituruti, banyak penipuan. Siapapun, atas nama polisi, atas nama perbankan, atas nama pengusaha, apalagi atas nama Bupati," tegasnya.

Sanusi menegaskan bahwa permintaan pinjaman uang melalui telepon seluler merupakan salah satu ciri yang patut diwaspadai. "Kalau pinjam-pinjam duit lewat HP, itu pasti penipuan."

Dalam kesempatan yang sama, Sanusi juga menekankan pentingnya meningkatkan literasi keuangan sejak usia dini. Menurutnya, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan akan membantu generasi muda lebih bijak dalam mengambil keputusan, termasuk terhindar dari berbagai bentuk penipuan keuangan.

Ia mengatakan, anak-anak perlu dibekali kemampuan mengenali nilai uang, mengatur pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membiasakan diri menabung sebagai bagian dari perencanaan masa depan.

"Tentunya kalau bisa begini, nanti akan mendidik anak-anak untuk hemat dan tahu tentang kemampuan dan kebutuhan serta keinginan," tuturnya.

Sanusi berharap melalui penguatan literasi dan inklusi keuangan di sekolah, para pelajar tidak hanya terbiasa menabung, tetapi juga lebih kritis dalam menyikapi berbagai modus penipuan digital yang kini semakin marak terjadi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Achmad Fikyansyah
PenulisAchmad FikyansyahSarjana Sastra Inggris (S.S) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bergabung ke TIMES Indonesia sejak Maret 2023. Meliput berbagai topik, utamanya pendidikan dan ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia