IHSG Terpuruk 3,05%, Saham Big Caps Jadi Pemberat
IHSG ditutup melemah 3,05% ke level 5.643,19 pada perdagangan Selasa. Tekanan dari saham big caps seperti BBCA dan BBRI serta sentimen risk-off membebani pasar.
JAKARTA – IHSG kembali terpuruk pada penutupan perdagangan Selasa (30/6/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 3,05 persen ke level 5.643,19, dipicu tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), hingga PT Barito Pacific Tbk (BRPT).
Sepanjang perdagangan, IHSG terus bergerak di zona merah dengan rentang pergerakan di level 5.811 hingga 5.638. Pelemahan ini terjadi di tengah sikap investor yang cenderung risk-off, yakni mengurangi eksposur terhadap aset berisiko di tengah ketidakpastian pasar.
Sentimen Risk-Off dan Rupiah Tekan IHSG
BRI Danareksa Sekuritas menilai perubahan sentimen investor menjadi salah satu penyebab utama tekanan terhadap IHSG. Sementara itu, Phintraco Sekuritas melihat tren teknikal masih bearish, ditandai histogram MACD yang mulai mengecil dan berpotensi membentuk death cross. Indikator Stochastic RSI juga masih bergerak turun.
Sentimen negatif turut diperparah oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang ditutup turun 0,19 persen ke level Rp17.882 per dolar AS.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi saham mencapai Rp15,33 triliun dengan volume perdagangan 22,72 miliar saham. Dari total saham yang diperdagangkan, hanya 136 saham menguat, sementara 564 saham melemah dan 99 saham bergerak stagnan.
BBCA dan BBRI Jadi Pemberat Utama
Berdasarkan data Bloomberg, saham-saham berkapitalisasi besar menjadi penyumbang terbesar pelemahan IHSG. BBCA menjadi pemberat utama dengan kontribusi 35,32 poin, disusul BBRI sebesar 17,34 poin. Tekanan berikutnya datang dari MORA, ASII, BMRI, BRPT, TLKM, AMMN, MDKA, dan EMAS.
Selain itu, sejumlah saham unggulan juga mencatat koreksi tajam, di antaranya ESSA yang turun 9,65 persen, DEWA melemah 7,79 persen, CUAN turun 7,02 persen, MBMA terkoreksi 6,48 persen, BUMI turun 6,38 persen, dan INCO melemah 6,36 persen.
Di sisi lain, mayoritas bursa saham Asia justru ditutup menguat, dipimpin oleh indeks di Taiwan, China, Korea Selatan, Jepang, Thailand, dan Vietnam.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


