Advertisement
Ekonomi

Pemerintah Bidik Hingga 3,49 Juta Lapangan Kerja Baru pada 2027

Pemerintah menargetkan hingga 3,49 juta lapangan kerja baru pada 2027 melalui hilirisasi, industrialisasi, dan peningkatan investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

TIMES Indonesia,
Pemerintah Bidik Hingga 3,49 Juta Lapangan Kerja Baru pada 2027
Ilustrasi pelamar pekerjaan. (smpl.co.id)
A-AA+

JAKARTA Pemerintah bidik hingga 3,49 juta lapangan kerja baru pada 2027 sebagai bagian dari target dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menekan angka pengangguran melalui peningkatan investasi, hilirisasi, dan industrialisasi nasional.

Target tersebut disampaikan dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Wihadi Wiyanto menyebut pemerintah menargetkan penciptaan 2,57 juta hingga 3,49 juta lapangan kerja baru pada tahun depan.

Advertisement

Hilirisasi Jadi Kunci Penciptaan Lapangan Kerja

Selain membuka jutaan lapangan kerja baru, pemerintah bersama DPR juga menyepakati target pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,8–6,5 persen pada 2027.

Strategi utama untuk mencapai target tersebut adalah memperkuat program hilirisasi dan industrialisasi. Kebijakan ini diyakini mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, memperkuat daya saing industri nasional, serta menciptakan lebih banyak peluang kerja di berbagai sektor.

Pemerintah juga menargetkan peningkatan proporsi lapangan kerja formal hingga 40,81 persen pada 2027 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja.

Pengangguran Ditargetkan Turun

Dalam RKP 2027, pemerintah menargetkan tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,30–4,87 persen. Untuk mendukung pencapaian tersebut, delapan Klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) telah disiapkan.

Selain hilirisasi, sektor pendidikan menjadi fokus penting guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah ingin memastikan tenaga kerja memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri sehingga mampu bersaing di pasar kerja.

Advertisement

Banggar DPR menilai sinergi kebijakan lintas sektor menjadi faktor penting agar program hilirisasi, peningkatan investasi, dan penciptaan lapangan kerja dapat berjalan efektif. Pendekatan ini juga akan disesuaikan dengan potensi dan karakteristik masing-masing daerah agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizal Dani P
PenulisRizal Dani PSarjana Ekonomi Manajemen Universitas Merdeka Malang (2022). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia