Advertisement
Ekonomi

Harga Buah di Kabupaten Malang Tak Terdampak Liburnya Program MBG

Harga sejumlah komoditas sayuran di Kabupaten Malang mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir.

TIMES Indonesia,
Harga Buah di Kabupaten Malang Tak Terdampak Liburnya Program MBG
Ilustrasi. Buah-buahan yang dijual di supermarket. (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Harga sejumlah komoditas sayuran di Kabupaten Malang mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Banyak pihak yang menduga, hal ini merupakan pengaruh dari penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama libur sekolah. Namun, kondisi serupa belum terjadi pada komoditas buah-buahan. 

Sebelumnya, harga berbagai jenis sayuran di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Malang terpantau mengalami penurunan. Di Pasar Krebet misalnya, satu ikat sawi yang sebelumnya dijual sekitar Rp2.000 kini turun menjadi Rp1.000 per ikat. Penurunan harga juga terjadi pada komoditas lain seperti bayam, kangkung, kubis, tomat, hingga cabai.

Data harga grosir dari UPT Sub Terminal Agribisnis (STA) Mantung Pujon juga menunjukkan tren serupa. Jika dibandingkan dengan kondisi sebelum MBG diliburkan, harga bunga kol turun dari Rp12.000 menjadi Rp4.000 per kilogram, kubis lokal dari Rp6.500 menjadi Rp3.500 per kilogram, serta tomat sayur dari Rp6.000 menjadi Rp3.000 per kilogram.

Meski demikian, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Avicenna M. Saniputera, mengatakan hingga kini pihaknya belum menemukan indikasi penurunan harga yang signifikan pada komoditas buah.

Ia mengaku masih akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk mengetahui apakah penghentian sementara MBG benar-benar memberikan dampak terhadap pasar hortikultura secara keseluruhan.

"Kalau terdampaknya seberapa jauh ini saya belum dapat info ya dari lapangan. Kita cross-check dulu ke teman-teman di lapangan kalau memang nanti seberapa besar dampaknya," ujarnya Kamis (2/7/2026).

Menurut Avicenna, berdasarkan informasi sementara yang diterima, harga buah-buahan masih cenderung stabil dan belum mengalami koreksi seperti yang terjadi pada komoditas sayuran.

"Tapi untuk buah-buahan kita tidak melihat adanya penurunan yang signifikan seperti sayuran. Harganya cenderung stabil."

Ia menegaskan, dugaan adanya pengaruh liburnya Program MBG terhadap harga komoditas pertanian masih memerlukan kajian lebih lanjut. Karena itu, pemerintah belum dapat menyimpulkan adanya hubungan sebab akibat antara kedua kondisi tersebut.

"Nah ini kan sebenarnya kan dampak libur ini apakah signifikan ya terhadap harga, itu harus dibuktikan gitu ya, intinya kan seperti itu ya."

Sebagai informasi, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026 seiring masa libur sekolah. Selama periode tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan audit operasional dapur MBG dan pembaruan data penerima manfaat.

Meski sejumlah harga sayuran tercatat mengalami penurunan selama periode tersebut, DTPHP Kabupaten Malang menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat bukti empiris yang memastikan fenomena itu merupakan dampak langsung dari liburnya Program MBG. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Achmad Fikyansyah
PenulisAchmad FikyansyahSarjana Sastra Inggris (S.S) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bergabung ke TIMES Indonesia sejak Maret 2023. Meliput berbagai topik, utamanya pendidikan dan ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia