Masih Takut Didata? Wawali Kota Batu Pastikan Sensus Ekonomi 2026 Tak Ada Kaitan dengan Pajak
Kekhawatiran sebagian masyarakat dan pelaku usaha bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan berdampak pada besaran pajak ditepis oleh Pemerintah Kota Batu.
BATU – Kekhawatiran sebagian masyarakat dan pelaku usaha bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan berdampak pada besaran pajak ditepis oleh Pemerintah Kota Batu.
Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, memastikan pendataan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) semata-mata bertujuan memperoleh gambaran kondisi perekonomian sebagai bahan penyusunan kebijakan pemerintah.
Menurut Heli, hingga kini masih ada anggapan di tengah masyarakat bahwa mengikuti Sensus Ekonomi dapat memengaruhi besaran pajak yang harus dibayarkan. Ia menilai persepsi tersebut perlu diluruskan agar masyarakat tidak ragu memberikan informasi kepada petugas sensus.
"Sensus Ekonomi bukan untuk menentukan besaran pajak. Pendataan ini dilakukan untuk menghasilkan data yang akurat sebagai dasar pemerintah menyusun kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran," ungkapnya, Kamis (2/7/2026).
Karena itu, masyarakat maupun pelaku usaha tidak perlu khawatir dan diharapkan memberikan data yang benar kepada petugas. Ia menjelaskan, data yang dikumpulkan BPS akan dimanfaatkan untuk memotret kondisi riil dunia usaha dan aktivitas ekonomi di daerah.
"Hasil pendataan tersebut nantinya menjadi acuan pemerintah dalam merancang berbagai program yang mendukung pertumbuhan ekonomi, pengembangan usaha, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat," bebernya.
Heli juga mengajak seluruh pelaku usaha, mulai dari usaha mikro hingga skala besar, untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan informasi yang lengkap, jujur, dan sesuai kondisi di lapangan.
"Pasalnya, semakin berkualitas data yang dihimpun, semakin akurat pula kebijakan yang dapat dirumuskan pemerintah. Karena itu, partisipasi aktif masyarakat merupakan kunci keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 dalam menghasilkan data yang mampu mendorong pembangunan ekonomi yang lebih efektif dan berkelanjutan," tutupnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


