AMA Hentikan Seluruh Penerbangan di Papua Sepekan
Maskapai AMA menghentikan seluruh penerbangan di Papua pada 6-13 Juli 2026 setelah pilot Nicholas Gosselin tewas ditembak KKB. Operasional dihentikan sebagai bentuk penghormatan dan masa berkabung.
JAKARTA – Maskapai Associated Mission Aviation (AMA) menghentikan sementara seluruh layanan penerbangan di Papua mulai 6 hingga 13 Juli 2026. Keputusan tersebut diambil setelah pilot AMA, Nicholas Gosselin, tewas akibat penembakan yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Balingga.
Direktur Utama PT AMA, Bob Kayadu, mengatakan penghentian operasional dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus masa berkabung bagi seluruh karyawan dan keluarga besar maskapai. Selama periode tersebut, seluruh aktivitas penerbangan maupun operasional kantor juga untuk sementara ditiadakan.
"Kami memutuskan menghentikan sementara seluruh pelayanan karena seluruh personel dan keluarga besar AMA sedang berduka. Ini merupakan kehilangan yang sangat mendalam bagi AMA yang telah beroperasi di Papua selama 67 tahun," kata Bob Kayadu, Sabtu (4/7/2026) malam.
Menurutnya, penyerangan terhadap pesawat dan crew AMA yang terjadi di Balinggam, Kamis (2/7), merupakan duka yang terdalam, karena baru pertama kali terjadi mengingat pesawat AMA tidak pernah menerbangkan personel TNI-Polri termasuk KKB .
Kehilangan yang dialami bukan karena kecelakaan melainkan aksi kekerasan hingga menewaskan pilot Nicholas Gosselin.
"Mudah-mudahan tidak ada lagi pilot yang ditembak dan pesawatnya dibakar," kata Bob Kayadu.
Jenazah Pilot Nicholas, Jumat (3/ 7), diterbangkan ke Jakarta dan Keduataan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) akan mengurus pengiriman ke AS.
AMA saat ini memiliki tujuh pesawat jenis Pilatus Porter dan Caravan dengan 16 pilot.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


