Pariwisata Menggeliat, Jumlah Restoran di Kabupaten Malang Terus Naik Tiap Tahun
Sektor pariwisata Kabupaten Malang menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Salah satu indikatornya terlihat dari terus bertambahnya jumlah rumah makan dan restoran yang beroperasi di wilayah tersebut.
MALANG – Sektor pariwisata Kabupaten Malang menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Salah satu indikatornya terlihat dari terus bertambahnya jumlah rumah makan dan restoran yang beroperasi di wilayah tersebut.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, jumlah rumah makan dan restoran mencapai 539 unit pada 2025, meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kepala BPS Kabupaten Malang, Erny Fatma Setyoharini, mengatakan peningkatan jumlah restoran tersebut sejalan dengan berkembangnya aktivitas pariwisata di Kabupaten Malang.
"Jumlah rumah makan/restoran terus meningkat seiring bertambahnya kunjungan wisatawan," ujar Erny.
Data BPS menunjukkan, pada 2022 terdapat 202 rumah makan dan restoran di Kabupaten Malang. Angka tersebut melonjak hampir dua kali lipat menjadi 405 unit pada 2023.
Pertumbuhan itu terus berlanjut pada tahun berikutnya. Pada 2024 jumlah rumah makan dan restoran kembali bertambah menjadi 527 unit, sebelum akhirnya mencapai 539 unit pada 2025.
Secara keseluruhan, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir jumlah rumah makan dan restoran di Kabupaten Malang bertambah 337 unit atau meningkat lebih dari 166 persen dibandingkan 2022.
BPS Kabupaten Malang menilai tren tersebut menjadi salah satu sinyal positif berkembangnya sektor jasa dan pariwisata di daerah. Bertambahnya jumlah restoran juga mencerminkan meningkatnya kebutuhan layanan kuliner seiring semakin tingginya mobilitas wisatawan maupun aktivitas ekonomi masyarakat.
Pertumbuhan tersebut turut didukung meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kabupaten Malang. Berdasarkan data BPS sebelumnya, selama 2025 Kabupaten Malang menerima 5.002.852 kunjungan wisatawan, yang terdiri atas 4.951.506 wisatawan nusantara dan 51.346 wisatawan mancanegara.
Dengan banyaknya destinasi wisata alam, pantai, pegunungan, hingga wisata buatan yang tersebar di berbagai kecamatan, sektor kuliner ikut berkembang sebagai penunjang utama aktivitas pariwisata. Kehadiran ratusan rumah makan dan restoran menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung kenyamanan wisatawan sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


