Pemerintah Targetkan 500 Ribu Pekerja Migran Terampil Hingga 2029
Pemerintah menargetkan akan mencetak sekitar 500 ribu pekerja migran terampil hingga 2029 sebagai bagian dari program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
MALANG – Pemerintah menargetkan akan mencetak sekitar 500 ribu pekerja migran terampil hingga 2029 sebagai bagian dari program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja global.
Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla mengatakan bahwa hal tersebut adalah mandat langsung Presiden Prabowo untuk melatih secara bertahap.
“Presiden Prabowo mengamanahkan kepada kami untuk melatih 40 ribu SDM berketerampilan dengan target 500 ribu hingga 2029,” ujarnya saat mengunjungi migrant Center Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (7/7/2026) lalu.
Menurutnya, peningkatan kompetensi menjadi kunci agar Indonesia mampu memenuhi tingginya kebutuhan tenaga kerja produktif di berbagai negara. Selama ini, peluang kerja di luar negeri masih jauh lebih besar dibanding jumlah tenaga kerja Indonesia yang siap diberangkatkan
Ia juga mengatakan bahwa selama ini beberapa migrant center yang ada di Indonesia dinilai belum memiliki korespondensi langsung ke negara tujuan, seperti Jepang.
“Saya kira yang utama adalah korespondensi ke Jepang, nah ini yang paling kurang di beberapa migrant center,” tambahnya.
Ia mengatakan bagi migrant center yang sudah berkorespondensi langsung dengan negara tujuan, maka P2MI akan membantu untuk pengembangannya.
“Untuk migrant center yang sudah eksisting akan kita bantu upgrade hingga ke visa engineering,” ucapnya.
Selain Migrant Center, Kementerian P2MI juga menyiapkan sejumlah program pendukung lain, seperti kelas migran di SMA dan SMK serta Program Desa Migran Emas yang ditargetkan menjangkau sekitar 760 desa.
Ia berharap masyarakat dapat menyambut positif langkah ini, karena pengarusutamaan migran aman sangat serius dilakukan oleh Presiden Prabowo,” katanya.
Dalam momentum tersebut, Dzulfikar juga menepis anggapan bahwa pekerja migran Indonesia berperilakuan buruk di beberapa negara. Menurutnya, para pekerja migran legal memiliki kompetensi bagus dan sudah mendapatkan pembekalan sebelum berangkat.
Ia menilai bahwa anggapan tersebut banyak muncul akibat kasus pekerja ilegal yang berangkat tanpa memenuhi prosedur resmi.
“Kita kemarin mendatangi beberapa negara dan mereka berpendapat positif tentang pekerja dari Indonesia,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


